‎MANADO – PT Pegadaian (Persero) turut mengarahkan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk mencegah stunting demi generasi emas masa depan.
‎
‎Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua menggelar pemeriksaan kehamilan gratis bagi ibu hamil, Sabtu 22 Agustus 2026.
‎
‎Kegiatan berlangsung di enam lokasi berbeda. Di Manado, kegiatan TJSL ini digelar di lobi kantor wilayah, Jalan Dr Soetomo, Pinaesaan Manado.
‎
‎Sebanyak 30 ibu hamil mendapatkan kesempatan memeriksakan kehamilannya secara gratis.
‎
‎Program ini merupakan kolaborasi PT Pegadaian (Persero) dengan Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI).
‎
‎Pemimpin Pegadaian Suluttenggo Malut Papua, Maksum mengatakan, Merdeka Stunting digelar di 36 titik di Indonesia. Target pesertanya, 1080 ibu hamil.
‎
‎Di Kanwil Pegadaian V sendiri, Merdeka Stunting digelar di enam kota, Manado, Gorontalo, Palu, Ternate, Jayapura dan Sorong.
‎
‎”Khusus di wilayah kami total ada 180 ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan,” ujar Maksum.
‎
‎Ia menjelaskan, Merdeka Stunting sebagai bentuk tanggung jawab sosial Pegadaian dalam rangka mencegah kekurangan gizi kronis pada bayi.
‎
‎Pemeriksaan untuk memastikan ibu dan bayi sehat, tidak kurang gizi. “Tujuan dari kolaborasi bersama POGI ini, ibu hamil bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konseling kehamilan sekaligus suplemen,” kata Maksum lagi.
‎
‎Lebih jauh, kata Maksum, aksi ini tujuan akhirnya bagaimana bisa menghasilkan generasi emas Indonesia yang unggul di masa depan.
‎
‎Sejalan dengan itu, ibu-ibu hamil mendapatkan edukasi literasi keuangan manfaat investasi emas.
‎
‎Dijelaskan, emas yang sangat lindung nilai dan bebas inflasi sangat tepat dijadikan investasi untuk kebutuhan finansial di masa depan. Termasuk bisa jadi investasi untuk kebutuhan hidup, pendidikan anak di masa depan.
‎
‎Ketua POGI Sulawesi Utara, dr Bismarck Joel Laihad SpOG(K) menjelaskan, ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan (ANC) dan USG Pegadabas Stunting.
‎
‎”Selain itu, kita berikan edukasi kehamilan, konseling parenting serta diberikan suplemen khusus ibu hamil,” katanya.
‎
‎Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Bahkan idealnya sejak masa pra nikah. “Terlebih di usia 1000 hari pertama kehidupan,” katanya.
‎
‎Prinsip utama cegah stunting, kata Dokter Bismarck ialah ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Baik untuk kebutuhan si ibu maupun bayinya.
‎
‎”Dalam banyak kasus, stunting terjadi karena faktor kurang gizi. Ada faktor genetik tapi sangat kecil,” katanya lagi.
‎
‎Menurutnya, jika dalam peneriksaan ada indikasi stunting atau pertumbuhan janin tidak normal, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pendampingan khusus. (*/ben)





















