SANGIHE – Pemusatan pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2026 resmi ditutup.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah sukses menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten III Setda Sangihe, Joppy Thungari, saat membacakan sambutan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari pada acara penutupan Pusdiklat Paskibraka 2026.
Dalam sambutannya, Bupati menilai pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan tidak hanya membentuk kemampuan Paskibraka dalam bertugas, tetapi juga menjadi bekal membangun karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Tugas mengibarkan Bendera Merah Putih memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pelaksanaan upacara. Setiap anggota Paskibraka perlu memahami nilai perjuangan dan pengorbanan yang terkandung di balik simbol negara tersebut,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjaga nama baik keluarga, sekolah dan Kabupaten Kepulauan Sangihe selama menjalankan tugas.
Penghargaan turut diberikan kepada jajaran Forkopimda, TNI AD, TNI AL, Polri, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Tahuna yang mendukung pembinaan serta pelaksanaan Pusdiklat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Badan Kesbangpol, para pelatih, pembina, pendamping, kepala sekolah, guru, tenaga pendidik serta orang tua yang memberikan dukungan kepada para peserta.
Di hadapan para anggota Paskibraka, Bupati Michael berpesan agar pengalaman selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mendorong generasi muda Sangihe untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, memanfaatkan teknologi secara positif serta tetap menjaga jati diri sebagai anak daerah.
“Kalian boleh lahir dan tumbuh di pulau yang kecil. Kalian boleh tumbuh jauh dari pusat kemajuan. Tetapi jangan pernah merasa bahwa cita-cita harus kecil. Keterbatasan wilayah tidak boleh menjadi keterbatasan impian,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar tidak minder dengan daerah asal.
“Jangan pernah malu untuk mengatakan bahwa kalian adalah anak Sangihe,” pesannya.
Bupati optimistis Paskibraka 2026 dapat berkembang dan nantinya mengambil peran di berbagai bidang, baik sebagai tenaga profesional, aparatur negara, TNI-Polri, pengusaha maupun profesi lainnya.
Kegiatan penutupan turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sangihe Godfried Pella, S.P., M.M, Ketua PPI Sangihe Ronny Pasiale, para pelatih, pembina, pendamping serta orang tua anggota Paskibraka. (Ivan)





















