MANADO – Terulangnya kasus penipuan dari Event Organizer (EO) abal-abal yang menyelenggarakan lomba lari menjadi perhatian serius pegiat olahraga, khususnya para runner.
Dalam beberapa event sering terjadi, peserta dirugikan secara finansial. Uang pendaftaran dibawa kabur penyelenggara, event berjalan tidak sesuai SOP dan terkesan asal-asalan.
Manado Half Marathon 2026 Dikeluhkan Peserta
Saat Manado Half Marathon 2026 yang digelar Minggu (10/5) kemarin, Nurul Hidayatullah sebagai salah satu peserta merasa janggal dengan penyelenggara event tersebut.
Hak-hak pelari khususnya water station tidak memadai padahal panitia membuka kategori half marathon.
“Apa yang saya alami langsung di lapangan, para peserta bingung arah. Harus belok kiri zero point atau lurus arah kawasan saat pelari dari arah Jembatan Soekarno. Ini karena tidak ada marshall yang berjaga,” ujarnya.
Bahkan lebih miris, event ini tidak melibatkan PASI Kota Manado atau PASI Sulut.
Hadiah Juara 3 Belum Diberikan
“Dalam event ini saya mendapat juara ketiga dan sampai hari ini hadiahnya belum diberikan oleh pihak Event Organizer yakni Tamang Sehat Victory. Saya mencoba menghubungi panitia namun belum direspon. Jumlah nominal untuk juara ketiga tidak tertera di brosur,” tambah Nurul.
Kekesalan peserta akhirnya diluapkan dalam postingan di media sosial dan mendapat banyak respon serta dukungan simpati dari sesama pelaku cabang olahraga running.
Stafsus Gubernur Respons Cepat
Karena susah mendapat respon dari panitia, para pemerhati olahraga ini meminta bantuan dengan men-tag langsung Stafsus Gubernur Bidang Olahraga, Christian Yokung, lewat medsos.
Mereka memberi apresiasi karena postingan langsung dijawab dan direspon. Dengan gerak cepat, Yokung memberi ruang dan waktu untuk mendengar aspirasi dan keluh kesah mereka.
Staf Khusus Bidang Olahraga Pemprov Sulut Christian Yokung didampingi Sekretaris Umum KONI Sulut Richard Kundiman, Senin sore (11/5) mengatakan, sudah menjadi kewajiban untuk mendengar dan menjemput langsung aspirasi kawan-kawan pelaku olahraga, karena mereka adalah aset olahraga Sulawesi Utara.
Staf khusus bidang olahraga juga pihak KONI Sulut akan segera memanggil pihak penyelenggara.
“Intinya soal pelaksanaan lomba Manado Half Marathon seharusnya setiap event melibatkan cabor bersangkutan, atletik, seperti surat pemberitahuan ataupun rekomendasi dari PASI yang akan memberikan arahan teknis pertandingan,” pungkas Yokung. (ben)





















