Warga Teteli Weru Minta Aktivitas Jeti Kosenga Dibahas Terbuka, Soroti Keselamatan Nelayan

2
Istimewa

MINAHASA – Rencana kembali beroperasinya aktivitas di Jeti atau Pelabuhan Kosenga mendapat perhatian dari sejumlah warga, khususnya masyarakat Desa Teteli Weru.

Warga meminta agar setiap rencana aktivitas kapal di kawasan tersebut terlebih dahulu dikomunikasikan dan dibahas bersama masyarakat setempat.

Informasi mengenai rencana masuknya kembali kapal ke kawasan Jeti Kosenga mencuat setelah sejumlah warga menanyakan langsung kepada para pekerja yang berada di lokasi.

Dari keterangan yang diterima warga, disebutkan akan ada kapal yang kembali masuk dan melakukan aktivitas di kawasan jeti.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada tim investigasi untuk mendapat perhatian dan ditelusuri lebih lanjut.

Warga mengaku memiliki sejumlah kekhawatiran terkait rencana aktivitas tersebut, terutama menyangkut keselamatan, kenyamanan masyarakat, aktivitas nelayan, serta kondisi lingkungan di sekitar jeti.

Kekhawatiran warga juga berkaitan dengan pengalaman sebelumnya yang menurut masyarakat pernah terjadi dalam proses penanganan kapal tongkang yang mengalami kebocoran dan disebut menimbulkan korban jiwa dalam proses penyelamatan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap aspek keselamatan menjadi perhatian utama sebelum aktivitas di Jeti Kosenga kembali dilakukan.

Warga meminta agar kegiatan yang berkaitan dengan kapal, bongkar muat maupun aktivitas operasional lainnya tidak dilakukan secara sepihak.

Mereka berharap pihak pengelola maupun instansi terkait terlebih dahulu menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Teteli Weru untuk membicarakan rencana kegiatan tersebut.

Selain persoalan keselamatan, warga turut menyoroti keberadaan kapal yang hingga kini disebut masih mangkrak di kawasan Kosenga. Masyarakat berharap ada kejelasan mengenai penyelesaian persoalan tersebut.

Warga juga mengingatkan bahwa kawasan sekitar Desa Teteli Weru memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap setiap aktivitas di kawasan tersebut tetap mempertimbangkan potensi wisata, lingkungan dan kepentingan warga setempat.

“Warga sangat menanti adanya proses pembicaraan dan kesepakatan dengan masyarakat setempat. Jangan sampai aktivitas kembali berjalan sementara keresahan warga belum diselesaikan,” demikian aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha maupun aktivitas ekonomi.

Namun, setiap kegiatan di Jeti Kosenga diharapkan memenuhi aspek keselamatan, kenyamanan, lingkungan serta memperhatikan keberadaan nelayan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Karena itu, sebelum aktivitas kembali berjalan, warga meminta adanya pertemuan dan pembahasan bersama antara pengelola, pemerintah, aparat terkait dan masyarakat Desa Teteli Weru.

Warga juga memohon perhatian pemerintah serta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya para nelayan Teteli Weru, sehingga keresahan yang berkembang dapat segera memperoleh respons dan tidak berkembang menjadi persoalan baru.

Masyarakat berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi, musyawarah dan penyelesaian secara terbuka demi terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif di kawasan Jeti Kosenga.

Warga menilai keputusan terkait aktivitas di kawasan tersebut sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak, termasuk keselamatan masyarakat dan nelayan yang sehari-hari beraktivitas di sekitar wilayah Kosenga. (*Sinta)