Empat Tahun Vakum, Ungke-Momo Sangihe Kembali, Bupati Thungari: Bukan Sekadar Rebut Mahkota

28
Bupati Michael Thungari memukul gong sebagai tanda resmi dimulainya rangkaian Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 di Ballroom Hotel Tahuna Beach, Rabu (19/8/2026). (Foto : Ivan/Ap)

SANGIHE – Setelah sempat tidak digelar selama empat tahun, Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe kembali hadir pada 2026. Ajang tersebut resmi dibuka pada Rabu (19/8/2026) di Ballroom Hotel Tahuna Beach, Lo Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan, kembalinya ajang tersebut patut disyukuri karena generasi muda membutuhkan wadah untuk berkembang dan mengasah kemampuan.

“Setelah empat tahun tidak diadakan, kita bersyukur tahun ini bisa bergulir kembali. Anak-anak muda kita perlu wadah, ruang mereka untuk berkembang, menasah dirinya,” ujar Thungari.

Menurutnya, Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kompetisi untuk memperebutkan mahkota dan gelar juara.

Lebih dari itu, proses selama kegiatan diharapkan mampu membentuk karakter, kepercayaan diri, serta membantu peserta menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

“Kami berharap bukan sekadar ajang pemilihan putri lokal, memperebutkan mahkota dan selendang, tetapi lebih kepada proses penempaan mereka, mencari jati diri dan mencari kelebihannya,” katanya.

Thungari menilai, para peserta nantinya memiliki peran penting dalam memperkenalkan Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada masyarakat luas. Potensi pariwisata, budaya hingga keindahan daerah dinilai membutuhkan peran generasi muda sebagai bagian dari upaya promosi daerah.

“Semua itu bertujuan agar kita bisa mengenalkan daerah ini lebih baik lagi ke depan, memaksimalkan pariwisata, budaya, dan keindahan, serta menginspirasi anak-anak muda kita untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan. Setiap tahapan yang dijalani harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.

“Ini bukan ajang untuk mencari juara. Mereka di sini ditempa. Tentunya selamat menjalani pelatihan selama beberapa hari ke depan. Tunjukkan yang terbaik, tetap sportif, semoga yang terbaiklah yang menjadi juaranya,” pesan Thungari.

Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 diikuti 19 finalis dan akan melalui sejumlah tahapan pembinaan serta penilaian sebelum memasuki malam grand final pada 21 Agustus 2026. (IvAn)