Dosen Polimdo Ikuti Pelatihan Keuangan Digital di Ningbo dalam Kerangka Aliansi TVET Tiongkok-Indonesia

26
Prof Heidy mengenakan batik (tengah) saat menjalani pelatihan Akuntansi dan Keuangan Cerdas Digital di ZBTI, Ningbo, Tiongkok. (ist)

MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat kapasitas dosen melalui kerja sama internasional.

Prof. Dr. Hedy Rumambi, MAk, dosen Jurusan Akuntansi Polimdo, terpilih sebagai salah satu dari 17 guru vokasi Indonesia yang mengikuti pelatihan intensif “Akuntansi dan Keuangan Cerdas Digital” di ZBTI, Ningbo, Tiongkok.

Prof. Heidy bersama 16 guru pendidikan vokasi dari 12 institusi Indonesia baru-baru ini menyelesaikan program pelatihan intensif selama delapan hari mengenai “Akuntansi dan Keuangan Cerdas Digital” di ZBTI, Ningbo.

Prof. Heidy salah satu peserta aktif. Ia adalah Koordinator Program Studi D4 Akuntansi Keuangan Polimdo yang mengikuti kegiatan yang berlangsung tanggal 22 hingga 29 Juni 2026 dalam kerangka Aliansi Industri Pendidikan TVET Tiongkok-Indonesia.

Aliansi ini merupakan platform bilateral terkemuka yang mempertemukan 117 institusi Tiongkok, 199 institusi Indonesia, dan 28 perusahaan.

“Pelatihan ini menerapkan model empat dimensi yang memadukan kuliah dari para ahli, praktik di perusahaan, imersi budaya, dan pertukaran antarpeserta,” ujar Prof. Hedy, Selasa 7 Juli 2026.

Selama pelatihan, peserta mendalami topik mutakhir seperti keuangan dan perpajakan cerdas, robot keuangan RPA, serta visualisasi big data keuangan.

Mereka juga menjajal perangkat pengajaran berbasis AI, melakukan simulasi siaran langsung lintas batas di Ningbo Qianyang Livestreaming Center, serta mengeksplorasi aplikasi virtual reality dalam pendidikan vokasi di Ningbo Metaverse Industrial Park.

Selain aspek akademik, peserta juga mendapat pengalaman budaya di Museum Anyaman Rumput Huanggulin. Di sana para guru menelusuri rantai industri anyaman rumput bulrush dan mempraktikkan seni kerajinan kuno di bawah bimbingan perajin setempat.

“Saya kira ini hanya sekadar kunjungan biasa, namun begitu saya menyentuh rumput bulrush dan mulai menganyam, saya menyadari betapa menyenangkannya kegiatan hari ini,” ujar Dessy HandaSari, peserta asal Indonesia.

Pada upacara penutupan, International Education College ZBTI mengundang peserta berkontribusi dalam internasionalisasi kurikulum bisnis dan keuangan. “Kami datang sebagai mahasiswa, namun kami pulang sebagai rekan sejawat,” ujar Titi Suhartati, ketua delegasi Indonesia.

Program ini menandai langkah ekspansi strategis ZBTI dari kerja sama antar-institusi tunggal menuju jaringan 12 institusi mitra, serta dari pertukaran mahasiswa ke pengembangan tenaga pengajar.

Mengingat, 2026 merupakan tahun krusial bagi Indonesia Silk Road College, ZBTI tengah mempercepat transisi ekspor pendidikan vokasi berkualitas ke negara ASEAN. (don)