Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Jadikan Perpustakaan Rumah Pendidikan dan Ruang Dialog

11
Peserta kegiatan Bedah Buku Bermutu Kemendikdasmen membaca buku Presiden Solusi saat peringatan Hari Pustakawan Indonesia 2026. (ist)

JAKARTA – Tepat di Hari Pustakawan Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar kegiatan Bedah Buku Bermutu “Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto” di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026.

Acara ini bertujuan memperkuat budaya literasi, nalar kritis, dan kemampuan problem solving generasi muda.

Sekjen Kemendikdasmen Suharti menegaskan peran perpustakaan kini sudah berkembang.
“Perpustakaan tidak lagi hanya tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar, ruang dialog gagasan, dan simpul kolaborasi,” ujarnya.

Buku “Presiden Solusi” dipilih karena mengangkat tema kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang relevan untuk membangun pemahaman kebijakan secara jernih.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberi apresiasi khusus kepada para pustakawan. Ia menolak stigma pustakawan hanya sebagai penjaga rak buku.

“Pustakawan adalah penggerak literasi, fasilitator pengetahuan, dan mitra strategis membangun ekosistem pendidikan berkualitas,” tegas Abdul Mu’ti.

Ia juga membagikan pengalamannya merintis perpustakaan desa dan bertugas sebagai pustakawan kampus.

Mendikdasmen mengaitkan budaya literasi dengan keteladanan Presiden Prabowo yang gemar membaca.

“Pemimpin besar adalah pemimpin yang banyak membaca, yang berani mengambil sikap karena wawasan dan ilmu,” katanya.

3 Komitmen Transformasi Perpustakaan Kemendikdasmen:

1. Deep Learning: Murid didorong mereviu buku, eksplorasi lingkungan, dan menuangkan gagasan dalam karya nyata

2. Learning Commons: Perpustakaan sekolah ditransformasi jadi pusat pembelajaran aktif yang inklusif

3. Rumah Pendidikan: Perpustakaan kementerian dibuka luas untuk anak Indonesia & masyarakat umum. Kini ada studio multimedia untuk nonton film, membaca, dan berdiskusi

“Kami ingin kementerian bukan hanya kantor administrasi, tapi ‘Rumah Pendidikan’ di mana siapa pun bisa belajar,” pungkas Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen berharap Hari Pustakawan jadi momentum menghargai pustakawan dan melahirkan calon pemimpin masa depan yang kaya solusi. (red)