Bupati Michael Thungari Apresiasi 500 Personel Penanganan Karhutla Gunung Awu

4
Bupati, Ketua DPRD, TNI-Polri, dan personel penanganan karhutla Gunung Awu.(Foto.ist)

SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan insentif sebesar Rp500 ribu kepada setiap personel dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Awu.

Sekitar 500 orang, termasuk personel TNI-Polri, menerima insentif dan sertifikat penghargaan atas keterlibatan mereka dalam operasi tersebut.

Penyerahan insentif dan sertifikat dilakukan dalam apel penutupan operasi penanganan karhutla Gunung Awu yang berlangsung di Lapangan Gelora Santiago, Kamis (15/10/2026) pagi.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menjelaskan bahwa insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh personel dan relawan yang telah mengambil bagian dalam penanganan kebakaran.

“Setiap relawan, termasuk TNI-Polri yang terlibat, kita serahkan sertifikat penghargaan dan kita berikan insentif uang lelah, satu orang Rp500.000 ke rekening masing-masing,” ujar Thungari saat diwawancarai.

Meski operasi telah resmi ditutup, Thungari menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Para personel dan relawan telah kembali menjalankan tugas di tempat masing-masing, tetapi kewaspadaan tidak boleh berakhir seiring penutupan operasi.

Menurutnya, masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mencegah kebakaran, terlebih saat kondisi kemarau masih berlangsung.

Pemkab Sangihe hingga kini juga masih memberlakukan penutupan jalur pendakian Gunung Awu. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya selama musim kemarau.

Thungari mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mematuhi larangan pendakian sampai kondisi dinilai memungkinkan.

“Ya, tetap ini sementara Gunung Api, pendakian kita tutup. Jadi diimbau masyarakat dan wisatawan tidak lagi menaiki Gunung Api Awu selama masa kemarau ini,” katanya.

Selain kawasan gunung, Bupati turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk saat membakar sampah atau benda lainnya.

Ia menilai kejadian kebakaran yang juga berlangsung di sejumlah daerah menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan, baik di kawasan hutan maupun permukiman warga.

“Kita melihat di kabupaten kota yang lain bagaimana kebakaran setiap hari terjadi, apalagi di permukiman. Untuk itu, siap siaga, awas api, hati-hati dalam membakar sesuatu,” tegasnya.

Thungari memastikan kebakaran di kawasan Gunung Awu telah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, ia berharap masyarakat tetap menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran baru.

“Semoga juga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Semua api sudah padam di Gunung Awu,” ungkapnya.

Penutupan operasi ini menjadi akhir dari upaya penanganan karhutla yang melibatkan ratusan personel dan relawan. Namun, langkah pencegahan serta kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran kembali terjadi selama musim kemarau.(Ivan)