Thungari Tegaskan Calon Kepala Sekolah Harus Bawa Perubahan, Bukan Sekadar Pegang Jabatan

120
Foto bersama usai Penutupan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Sangihe di The Sentra Hotel, Kamis (8/10/2026). (Foto.Ivan/Ap)

MANADO — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan, pelatihan calon kepala sekolah bukan sekadar proses mendapatkan sertifikat, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk memimpin dan membawa perubahan di sekolah.

Hal itu disampaikan Thungari saat menutup Pelatihan Calon Kepala Sekolah Tahun 2026 yang berlangsung selama 10 hari di Hotel The Sentra Manado, Kamis (8/10/2026).

Thungari mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari narasumber, fasilitator hingga Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, kepala sekolah bukan sekadar jabatan, melainkan pemimpin yang harus mampu menggerakkan guru untuk terus belajar, mendorong peserta didik berani bermimpi, serta membawa sekolah terus berinovasi.

“Jangan cuma bawa sertifikat, tapi pulang bawa komitmen,” tegas Thungari.

Komitmen tersebut, kata dia, diwujudkan dengan memperbaiki sekolah, mendampingi guru, mendengarkan peserta didik, membangun komunikasi dengan orang tua, serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat Sangihe.

Thungari juga menekankan pentingnya karakter, integritas dan keteladanan. Kepala sekolah harus mampu memberi contoh dalam kedisiplinan dan tidak berbicara tentang integritas jika keputusan yang diambil masih dipengaruhi kepentingan pribadi.

Bupati Michael Thungari Tutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026. (Foto.Ivan/Ap)

Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, ia meminta calon kepala sekolah meningkatkan kompetensi digital, termasuk memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI untuk menunjang pekerjaan dan pengembangan diri.

Ia juga meminta kepala sekolah aktif berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan ketika menemukan berbagai persoalan di sekolah, termasuk kebutuhan fasilitas dan sarana pendidikan.

Bagi Thungari, investasi pemerintah melalui pelatihan tersebut harus menghasilkan perubahan nyata.

Ia berharap anak-anak Sangihe tidak terhambat oleh kondisi geografis sebagai wilayah perbatasan dan mampu memperoleh pendidikan yang berkualitas serta bersaing dengan anak-anak di daerah lain.

“Keberhasilan seorang kepala sekolah bukan dari seberapa tinggi jabatannya, tetapi dari seberapa banyak guru yang menjadi lebih baik, seberapa banyak anak yang menjadi lebih percaya diri,” ujarnya.

Pelatihan Calon Kepala Sekolah Tahun 2026 kemudian resmi ditutup oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari.

Ia berharap para peserta menjadikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sebagai bekal untuk memimpin lebih bijaksana dan melayani masyarakat dengan lebih tulus. (Ivan)