Sangihe Taekwondo Open Tuntas, Michael Thungari Dorong Atlet Tembus Level Nasional

55
Kejuaraan Taekwondo Sangihe 2026 Berakhir, Semangat Atlet Tetap Membara. (Foto.ist)

SANGIHE – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., mendorong atlet muda di daerah kepulauan itu untuk tidak menjadikan keterbatasan geografis sebagai penghalang dalam mengejar prestasi olahraga.

Pesan tersebut disampaikan Thungari saat menutup Sangihe Taekwondo Open Championship Bupati Sangihe Cup 2026 di GOR Membara, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Sabtu (3/10/2026).

Kejuaraan tersebut diikuti 402 atlet yang tergabung dalam 17 kontingen dari Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sejumlah daerah di Sulawesi Utara.

Peserta datang dari Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Para atlet turun pada kategori Kadet, Junior, dan Senior. Selama kompetisi, mereka tidak hanya bersaing memperebutkan medali, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan sportivitas.

Di hadapan atlet, pelatih dan ofisial, Thungari menekankan bahwa posisi Sangihe sebagai daerah kepulauan tidak seharusnya membatasi cita-cita generasi mudanya.

“Jangan biarkan keadaan geografis membatasi cita-cita kita,” tegas Thungari.

Menurutnya, kompetisi seperti Bupati Sangihe Cup bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses membentuk karakter atlet melalui disiplin, keberanian, integritas, ketekunan dan sportivitas.

Karena itu, pengalaman bertanding dinilai sama pentingnya dengan hasil akhir. Atlet didorong menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki kualitas diri.

Thungari juga berharap dari kejuaraan tersebut dapat lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Sulawesi Utara ke level yang lebih tinggi.

“Saya sangat berharap dari matras di GOR Manente ini ke depan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Utara maupun Kabupaten Kepulauan Sangihe di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

88 Medali Diperebutkan

Dalam kategori prestasi, total 88 medali diperebutkan dalam kejuaraan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 24 medali emas, 24 perak dan 40 perunggu.

Champion TC menjadi kontingen dengan perolehan medali terbanyak, yakni 17 medali. Berikutnya Champion Speed dengan 16 medali dan Sangihe TC dengan 9 medali.

Medali lainnya turut diraih Sopu Bitung, General Phoenix, Winners TC, Scuba Lantamal, Gray Wolf, Spartan Malsatim, Rajawali Muda, Maximus TC, Pentagon Kalasey, Eagle Strike, Tornado Sitaro, BSG Siau dan Jayakarsa.

Penutupan kejuaraan turut dihadiri Forkopimda, Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Kabupaten Kepulauan Sangihe Yunita Harimisa, S.E., M.H., Ketua Panitia Jeffry W. Taju, S.E., perwakilan Pengprov Taekwondo Indonesia Sulut serta pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Berakhirnya Bupati Sangihe Cup 2026 tidak hanya menandai selesainya rangkaian pertandingan.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan, sehingga semakin banyak atlet muda Sangihe memiliki pengalaman dan keberanian untuk bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.(Ivan)