Bupati FDW Sambut 8 Peserta PIDI Angkatan II 2026, Minsel Kembali Jadi Wahana Setelah 10 Tahun

12
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar berdiskusi dengan 8 peserta Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan II 2026 di ruang kerja Kantor Bupati Minahasa Selatan 6 Juli 2026. (ist)

AMURANG – Pelayanan kesehatan di Minahasa Selatan dapat suntikan tenaga baru.

Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H secara resmi menyambut kedatangan 8 peserta Program Internsip Dokter Indonesia PIDI Angkatan II Tahun 2026, Senin 6 Juli 2026.

PIDI adalah tahapan wajib bagi dokter lulusan baru sebagai transisi dari akademik ke praktik profesional mandiri. Program ini penting untuk memahirkan kompetensi klinis, membentuk etika, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial dokter.

Yang istimewa, setelah kurang lebih 10 tahun vakum, Kabupaten Minahasa Selatan kembali dipercaya sebagai wahana PIDI. Wahana ini resmi dibuka pada 9 Juni 2026.

Ini merupakan hasil komitmen dan upaya Pemkab Minsel, khususnya koordinasi serta permohonan Bupati FDW kepada Kementerian Kesehatan di berbagai kesempatan.

Berdasarkan Keputusan Dirjen SDM Kesehatan Nomor HK.02.02/F/1715/2026, 8 dokter intern akan bertugas di Minsel selama 1 tahun.

Pembagiannya 6 bulan di RSUD Amurang dan 6 bulan di Puskesmas se-Kabupaten Minahasa Selatan.

“Kembalinya PIDI adalah langkah strategis memperkuat layanan kesehatan di daerah. Harapannya dapat meningkatkan kapasitas layanan, memperluas akses masyarakat, dan memperkuat sinergi Pemda dengan Kemenkes,” tegas Bupati FDW.

Dengan adanya dokter intern, masyarakat diharapkan mendapat pelayanan medis yang lebih optimal dan berkualitas hingga ke pelosok.

Hadir mendampingi Bupati, dr. Wiwin Opod, M.K.M, Kepala Dinas Kesehatan Minsel dan dr. Limbert Reinhard Lepa, Direktur RSUD Amurang. (red)