SANGIHE – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus atau rodensia.
Kepala Dinkesda Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, menjelaskan bahwa penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui paparan urin, ludah, maupun cairan tubuh tikus yang telah terinfeksi virus.
“Ketika urin tikus terinjak atau ludah tikus mencemari makanan dan lingkungan, virus ini bisa menyebar. Bahkan udara yang terkontaminasi partikel atau droplet dari tikus dapat terhirup manusia,” ujar dr. Handri, Jumat (5/6/2026).
Selain melalui kontaminasi lingkungan, penularan juga dapat terjadi akibat gigitan tikus yang membawa virus.
Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kebersihan lingkungan serta mengurangi potensi berkembangnya populasi tikus di sekitar tempat tinggal.
Menurut Pasandaran, gejala Hantavirus kerap menyerupai penyakit lain seperti influenza, COVID-19, hingga demam berdarah dengue (DBD).
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, nyeri perut, gangguan pernapasan, tanda-tanda perdarahan, hingga gangguan ginjal.
Pada kasus tertentu, infeksi juga dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
Kelompok yang dinilai lebih rentan terinfeksi meliputi lansia, bayi, pekerja di lingkungan dengan sanitasi buruk, serta masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan rawan tikus.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkesda mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, membersihkan gudang maupun area penyimpanan secara rutin.
Menyimpan makanan dalam wadah tertutup, membuang sampah pada tempatnya, serta mencuci tangan setelah membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
Dinkesda juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan khusus Hantavirus saat ini belum tersedia di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jika ditemukan kasus yang dicurigai, sampel pasien akan dikirim ke laboratorium rujukan di Manado untuk pemeriksaan lanjutan.
Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pun telah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus-kasus yang mengarah pada infeksi Hantavirus.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam disertai nyeri otot, gangguan pernapasan, atau tanda-tanda perdarahan agar mendapat penanganan medis sedini mungkin.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” tutup dr. Handri Pasandaran. (Ivan)


















