MANADO – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier mendukung pembukaan jalur penerbangan Australia – Manado.
Pertemuan Chairperson Manado Manly Society (MMS), Keynes Lengkong selama kunjungan kerja Dubes Rod Brazier di Sulawesi Utara terungkap rencana itu.
Lengkong sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang berdomisili di Manly, Sydney – Australia menjelaskan bahwa Manado Manly Society (MMS) merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, pariwisata dan kesehatan.
MMS telah menjalin berbagai kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Utara, seperti STIEPAR Manado dan Universitas Klabat.
Dukungan Pemerintah Australia melalui Dubes Rod Brazier dinilai sebagai peluang penting untuk memperkuat hubungan people to people antara Australia dan Sulawesi Utara.
Hubungan itu sekaligus memperluas aksesibilitas penerbangan internasional ke Kawasan Timur Indonesia.
Keynes Lengkong juga mengatakan bahwa MMS tengah menggagas program Edu-Tourism, yaitu mendatangkan pelajar dan Mahasiswa dari Australia untuk belajar tentang seni, budaya dan pariwisata Sulawesi Utara.
Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kerja sama berkelanjutan antara masyarakat Australia dan Sulawesi Utara.
Inisiatif dan kerjasama yang dilakukan MMS sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus.
Gubernur berkomitmen membuka aksesibilitas internasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata.
Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata, Dr Drevy Malalantang menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
Dukungan Pemerintah Australia ini sangat strategis. Sulawesi Utara berpotensi besar mendapatkan share market dari wisatawan Australia.
Para wisatawan setiap tahun berkunjung ke Bali lebih dari 1,5 juta orang. Ini menambah pangsa Pasar baru dari Australia.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus terus membuka akses penerbangan Dari Luar Negeri menyusul China, Korea, Dll.
Pembukaan jalur penerbangan Australia – Manado merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi Gubernur dalam membuka aksesibilitas internasional.
Kemudian meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat kerja sama antarbangsa di bidang pariwisata.
“Adanya konektivitas baru ini, kita dapat memperluas destinasi pilihan mereka hingga ke Sulawesi Utara” ujar Malalantang.
Staf Khusus Pariwisata ini menjelaskan bahwa karakter Wisatawan Australia menyukai cuaca tropis.
Di mana, wisatawan Australia umumnya datang untuk menikmati cuaca hangat, pantai berpasir putih serta suasana tropis.
Aktivitas laut dan olahraga air akan menjadi pilihan mereka seperti Snorkeling dan diving
Paddling, parasailing dan jet ski.
Ini relevan dengan Sulawesi Utara yang memiliki diving spot kelas dunia seperti Bunaken, Bangka, Lembeh, Minsel, Bolsel sampai Sitaro.
Berikut Wellness dan relaksasi, mereka juga menyukai spa, yoga retreat, dan healing trip.
Sulut bisa menawarkan versi eco-lodge, resort tepi laut dan wisata alam pedesaan.
Wisatawan Australia menyukai pengalaman autentik: belajar memasak makanan lokal, budaya, atau berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Program seperti live-in budaya Minahasa atau workshop kuliner Manado bisa menjadi daya tarik kuat.
Selanjutnya Atraksi wisata Adventure & nature-based tourism seperti Hiking, mountain biking, dan eksplorasi alam.
Sulut bisa menawarkan kemasan Gunung Lokon, Mahawu, Soputan, Tangkoko, Ambang, Karangetang, Danau Tondano sebagai destinasi alternatif adventure alami.
Kerja sama yang terbina baik antara masyarakat Sulawesi Utara dan komunitas di Australia akan membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah.
Terutama dalam pengembangan sektor unggulan yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (*/ben)























