Koordinasi Lintas Daerah, Kunci Utama Dalam Pelayanan Kanker yang Merata bagi Masyarakat

50
Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan. (dok)

‎MINAHASA UTARA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menggelar Rapat Koordinasi Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Layanan Kanker Regional Tahun 2026.
‎
‎Pertemuan yang mencakup wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara ini berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (22–24/10/2026), di The Sentra Hotel Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara.
‎
‎​Agenda ini difokuskan pada penguatan jejaring antar-rumah sakit guna mempercepat pengembangan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan kanker di kawasan regional.
‎
‎​Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, menegaskan kesiapan pihaknya sebagai tuan rumah dalam mendukung penuh langkah pemerintah pusat.
‎
‎Menurutnya, koordinasi lintas daerah menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan kanker yang makin merata dan bermutu bagi masyarakat.
‎
‎​Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, saat membuka kegiatan mengatakan program pengampuan kanker baru dapat berjalan progresif tahun ini setelah kendala pembiayaan berhasil diatasi.

Fokus kita adalah mengikis kesenjangan akses layanan berkualitas di seluruh wilayah.

​Ia menambahkan, proses evaluasi tidak hanya melihat aspek ketersediaan dan kualitas layanan, tetapi juga keberlanjutan program serta dampaknya terhadap peningkatan angka skrining, deteksi dini, hingga kenaikan angka harapan hidup pasien kanker.
‎
‎​Dalam rapat tersebut, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Kandou Manado, dr. Wega Sukanto, Sp.B-TKV(K), turut hadir sekaligus memaparkan materi teknis terkait penguatan kapasitas layanan medik.
‎
‎Laporan pelaksanaan kegiatan sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua Panitia, dr. Chisty Natalia Alow, M.Kes.
‎
‎​Melalui sinergi antara Kementerian Kesehatan dan rumah sakit jejaring di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara ini, penanganan kanker di kawasan Indonesia Timur diharapkan makin terintegrasi, berkesinambungan, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (*/ben)