Bupati Michael Thungari Paparkan Pengelolaan Laut Sangihe di Forum Biodiversitas Dunia

2
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari (ketiga dari kiri) bersama peserta forum UN Biodiversity Conference (CBD COP17) di Yerevan, Armenia, Kamis (22/10/2026).

YEREVAN — Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., tampil sebagai pembicara dalam forum internasional UN Biodiversity Conference (CBD COP17) di Yerevan, Armenia, Kamis (22/10/2026).

Bupati Thungari berbicara dalam side event bertajuk “Advancing GBF Targets through Community-Led Coastal Fisheries Management, Nearshore Exclusion Zones, and OECMs”. Kegiatan yang digelar Rare bersama Blue Ventures dan International Collective in Support of Fishworkers ini berlangsung di Talin Side-event Room 1, Blue Zone, serta disiarkan secara daring.

Dalam forum tersebut, Thungari hadir sebagai Coastal 500 Champion Indonesia dan memaparkan pengalaman masyarakat Kepulauan Sangihe dalam menjaga serta mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Diskusi membahas peran pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat, termasuk zona eksklusi perairan dekat pantai dan kawasan konservasi yang dikelola masyarakat lokal, dalam mendukung pencapaian Target 3 dan Target 10 Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global (Global Biodiversity Framework).

Pengalaman dari Filipina, Indonesia, Ghana, dan Mozambik turut dibahas untuk menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis masyarakat dapat melindungi ekosistem laut, menjaga hak masyarakat pesisir, mendukung keberlanjutan perikanan, serta menopang penghidupan warga.

Forum ini juga membahas rekomendasi kebijakan dan pembiayaan untuk mendukung target konservasi 30×30 serta Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Strategy and Action Plan/NBSAP).

Dalam kesempatan itu, Thungari menegaskan bahwa perlindungan laut merupakan bagian dari jati diri masyarakat Sangihe sebagai daerah kepulauan yang kehidupannya bergantung pada kelestarian pesisir dan perairan.

Kehadiran Bupati Sangihe dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik pengelolaan laut berbasis masyarakat di Sangihe sekaligus memperluas jejaring kerja sama dalam upaya perlindungan wilayah pesisir.(Ivan)