
JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP menggelar Rapat Koordinasi Nasional Rakornas 2026 di Ballroom Gedung Mina Bahari GMB III, Jakarta, Kamis 2/7/2026.
Rakornas mengusung tema “Akselerasi PKPN Sektor KP Mendukung Swasembada Pangan”. Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus turut hadir.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengajak seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional PKPN sektor kelautan dan perikanan.
“Forum ini penting sebagai ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan arah, memperkuat koordinasi, serta memastikan pelaksanaan kegiatan prioritas KKP tahun 2026 berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Menteri Trenggono.
6 Program Kerja Prioritas Nasional KKP 2026:
1. Kampung Nelayan Merah Putih KNMP, Bangun 5.000 lokasi hingga 2029 sebagai pusat ekonomi pesisir
2. Budidaya Ikan Darat Tematik, Kembangkan 40.000 titik di 500 kabupaten/kota untuk protein nasional
3. Swasembada Garam Nasional, Bangun 2.000 hektare tambak garam, kurangi impor
4. Revitalisasi Tambak Pantura Jawa, 14.000 hektare untuk swasembada protein dan rehabilitasi pesisir
5. Kawasan Tambak Udang Terintegrasi Waingapu, 2.000 hektare budidaya udang modern ramah lingkungan
6. Modernisasi Kapal Perikanan, Tingkatkan produktivitas nelayan & dukung penangkapan terukur
Menteri Trenggono menyebut sektor KP strategis untuk mendukung Asta Cita Presiden: kedaulatan pangan lewat ikan dan garam, pertumbuhan ekonomi, turunkan kemiskinan, dan tingkatkan SDM.
Implementasi PKPN dilakukan dengan pendekatan bottom-up. Masyarakat, pemda, dan pemangku kepentingan dilibatkan sejak perencanaan sampai evaluasi.
“Seluruh program harus kita kawal bersama hingga implementasi agar beri manfaat nyata: pertumbuhan ekonomi daerah, ketahanan pangan, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Rakornas juga dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, dan Menteri Desa Yandri Susanto. (*/ben)






















