2,4 Juta Anak Tidak Sekolah Dapat Harapan Baru Lewat SPMB PJJ 2026

4
Suharti. (ist)

JAKARTA – Kemendikdasmen luncurkan SPMB Pendidikan Jarak Jauh 2026. Program ini menargetkan 2,4 juta ATS usia 16-18 tahun agar kembali sekolah dan lulus, bukan sekadar daftar. Digelar di 32 provinsi dengan 132 sekolah.

Kemendikdasmen menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh SPMB PJJ Jenjang Pendidikan Menengah 2026 bukan sekadar mekanisme pendaftaran.

Lebih dari itu, SPMB PJJ adalah gerakan nasional untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah ATS ke pembelajaran. Dimulai dari penjangkauan, pendampingan, hingga memastikan mereka bertahan dan lulus.

Program ini dirancang Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus untuk sekitar 2,4 juta ATS usia 16–18 tahun yang punya hambatan akses pendidikan.

Sekjen Kemendikdasmen Suharti membuka Webinar Nasional Pencanangan SPMB PJJ 2026. Ia menyebut negara harus mengubah cara pandang.

“Selama ini anak datang ke sekolah. Hari ini negara harus hadir mendekati dan menjemput mereka. Pendidikan berkeadilan bukan layanan sama untuk semua, tapi dukungan sesuai kebutuhan,” kata Suharti.

“Tugas kita menjangkau mereka kembali ke sekolah dan memastikan menyelesaikan pendidikan. Agar tidak kehilangan kesempatan memperbaiki masa depan,” ujarnya.

Suharti menambahkan, transformasi PJJ membuat sekolah tidak lagi dibatasi ruang fisik. “Kita ingin pastikan tidak ada anak yang terlalu jauh untuk dijangkau. Tidak ada mimpi anak Indonesia yang terhenti karena keterbatasan layanan,” tegasnya.

Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menegaskan SPMB PJJ adalah gerakan pengembalian ATS ke pembelajaran.

“Pendidikan berkeadilan itu dukungan sesuai agar peluang sukses sama. Target akhirnya bukan banyak pendaftar, tapi seberapa banyak anak yang bertahan dan lulus,” pesannya.

Direktur Pendidikan Khusus Saryadi menyebut SPMB PJJ momentum perubahan dari layanan menunggu jadi layanan aktif menjangkau. “ATS tidak menunggu layanan, tapi layanan yang mendatangi ATS.”

Tujuannya setiap anak bisa menyelesaikan pendidikan, dapat pengakuan formal, dan melanjutkan kehidupan.

Peluncuran diiringi Deklarasi Nasional Gerakan Daerah Nol ATS. Dir. Sinkronisasi Kemendagri Paudah menegaskan Pemda berkomitmen pastikan anak sekolah karena ini bagian SPM daerah.

Tahun 2026, program dilaksanakan di 32 provinsi dengan 132 sekolah sebagai gerakan bersama. (red)