
MANADO – Bank Indonesia (BI) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Peran Bank Sentral Dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Daerah, Senin (9/03).
Kuliah umum ini berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Para mahasiswa Jurusan Akuntansi tiga Program Studi (Prodi) hadir mengikuti kuliah umum itu.
Baik Prodi D4 Akuntansi, D4 Akuntansi Perpajakan dan D3 Akuntansi, para mahasiswa hadir mengikuti kuliah umum di Audotorium Prof Ruddy Tenda.
Kuliah umum ini membahas arah kebijakan dan penguatan kapasitas ekonomi Sulawesi Utara di tengah dinamika ekonomi global.
Mendorong pemahanan kebijakan Bank Sentral serta mengimplementasi keuangan Syariah bagi mahasiswa vokasi.
Wakil Direktur BI Sulawesi Utara Reynold Asri mengakui sosialisasi ini sangat jarang dilakukan.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat,” kata Reynold.
Ia berharap sosialisasi ini memberikan manfaat bagi para mahasiswa,” ujarnya.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rudolf Estephanus Golioth Mait ST MT menyampaikan bahwa kuliah tamu merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi.
Memperkaya wawasan mahasiswa dengan menghadirkan praktisi dari dunia profesional agar mahasiswa dapat memahami perkembangan ekonomi secara lebih komprehensif.
Diharapkan mahasiswa Jurusan Akuntansi menambah wawasan dalam memahami dinamika ekonomi makro dan sistem keuangan.
Memperkuat keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik yang terjadi di dunia kerja.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Manado dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dengan berbagai institusi profesional,” ujar Wadir Rudolf dalam sambutannya.
Diketahui, kuliah tamu tersebut menghadirkan empat narasumber dari BI yang memaparkan berbagai materi terkait peran bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di tingkat daerah.
Sementara Ketua Jurusan Akuntasi Raymond Festus Rombot SE Ak MSi menambahkan, kuliah umum ini bagian dari sosialisasi.
“Pemahaman tentang bank sentral masih kurang. Ini berhubungan dengan Akuntansi terkait bagaimana menghadapi stabilitas mata uang yang yang tidak normal. Kemudian dalam hal sistem pembayaran,” pungkas Raymond. (don)
Eksternal Link:




















