E2L – HJP Targetkan Program Penguatan Ekonomi Lokal

196
Elly Lasut saat tampil dalam acara debat, Rabu (9/10/2024). (foto ist)

KOTAMOBAGU – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, Elly Engelbert Lasut-Hanny Joost Pajouw memaparkan visi dan misi terkait perekonomian lokal dalam acara Debat Publik di Hotel Sutan Raja, Kota Kotamobagu, Rabu (9/10/2024).

Sesuai tema debat yang diselenggarakan KPU Sulut itu yakni Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang Berwawasan Lingkungan, pasangan calon yang diusung Partai Demokrat ini, berbicara tentang pemulihan perekonomian lokal.

Alasan pemulihan usai terdampak COVID-19 dan ancaman inflasi yang telah berpengaruh ke berbagai sektor ekonomi.

Dengan memanfaatkan waktu empat menit yang diberikan oleh moderator, Calon Gubernur Sulut, Elly Engelbert Lasut, menjelaskan program penguatan ekonomi lokal menjadi salah satu target yang akan langsung dilakukan mereka jika terpilih.

“Program penguatan ekonomi lokal menjadi target kita. Bagaimana menguasai, memberdayakan dan pengelolaan sumber daya alam baik itu pertanian, pertambangan, perikanan dan lainnya, yang bisa memberikan dampak penguatan ekonomi kita,” ujar Elly.

Ia juga menyinggung tentang bagaimana mereka tak hanya akan memikirkan soal menghasilkan produktivitas dari sumber daya itu, tapi juga ikut serta dalam upaya mengakses harga tertinggi dari komoditas itu agar pendapatan masyarakat bisa terdongkrak.

“Kita bicara bukan hanya soal menghasilkan produktivitas, tapi ikut serta upaya mengakses harga tertinggi agar pendapatan masyarakat bisa terdongkrak. Itulah penguatan ekonomi lokal yang dimaksud,” ujar Lasut

Ia juga mengatakan jika terpilih nanti, mereka akan mendorong pendapatan baru dari sumber daya yang baru. Salah satunya adalah pembangunan ekowisata, termasuk melarang pengalihfungsian lahan pertanian yang selama ini kian marak terjadi.

“Pemulihan ekonomi lokal itu sangat penting dalam rangka recovery kondisi Sulawesi Utara akibat dampak dari COVID-19 dan juga dampak inflasi,” pungkasnya. (ben)