
BOGOR – PT Bank CIMB Niaga Tbk bersama Indonesian Institute of Journalism IIJ dan didukung Global Reporting Initiative GRI menyelenggarakan Sustainability Journalism Fellowship SJF Masterclass 2026 di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, 25-27 Juni 2026.
Pelatihan diikuti 20 jurnalis penerima SJF 2026: 11 kategori individu dan 9 kategori kelompok dari Aceh, Sumut, Kepri, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Sulawesi Utara, NTB, dan NTT.
Mereka terpilih dari 233 proposal ide sosial dan keberlanjutan se-Indonesia. Setelah pelatihan, peserta mendapat dukungan pendanaan total Rp200 juta untuk merealisasikan ide.
Selama 3 hari, peserta belajar langsung dari pakar perbankan, jurnalisme, dan keberlanjutan.
Materinya soal Jurnalisme Konstruktif, Mengarusutamakan Keberlanjutan, Greenwashing vs Genuine Sustainability, Storytelling Berdampak, hingga best practice sustainability CIMB Niaga.
Peserta juga mentoring dengan pakar untuk implementasi program aksi keberlanjutan di daerah masing-masing.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyebut SJF 2026 bagian dari tanggung jawab membangun kesadaran jurnalis soal isu keberlanjutan.
“Kami meyakini media dapat berperan sebagai changemakers. Dengan semangat kolaborasi, optimis lahir karya yang berdampak positif bagi masa depan Indonesia,” ujar Fransiska.
Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Abdul Manan menegaskan jurnalis punya 4 fungsi utama, jadi penyampai informasi publik soal perubahan iklim, keanekaragaman hayati, energi terbarukan, hingga polusi.
Direktur Eksekutif IIJ Umar Idris menyebut keberlanjutan kini terkait ekonomi, sosial, tata kelola, dan masa depan bangsa.
“Diharapkan lahir jurnalis kritis, independen, dan berkomitmen kawal agenda sustainability Indonesia,” ujarnya.
Pemateri lain, Uni Lubis IDN Times, Satrya Wibawa UNEP FI, Lany Harijanti GRI ASEAN, hingga Robert Basuki Wanasida Kanma Group. (red)






















