Diskusi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Sudut Pandang Energi

137
Suasana diskusi Forum Wartawan Bisnis Manado yang membahas tentang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran. (foto ben)

MANADO – Forum Wartawan Bisnis Manado mengelar Diskusi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran dengan tema Dari Sudut Pandang Energi, bertempat di M Coffee, Jalan Sion Sario Manado, Rabu (19/11/2025)

Dengan menghadirkan pembicara yakni Pakar Ekonomi Dr Robert Winerungan MSi yang juga Dosen Unima, Pakar Energi Josua Reynaldo Salaki SPd MSc PhD serta Apriles Mandome, STh MIkom. Diskusi ini dipandu Stevie Kolibu.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya energy self-sufficiency (kemandirian energi). Transisi menuju energi terbarukan (renewable). Ada deklarasi ambisi untuk mempercepat transisi energi bersih.

Menurut Dr Robert Winerungan MSi energi Indonesia saat ini masih dinikmati kalangan level menengah keatas belum banyak menyentuh kalangan masyarakat bawah.

Energi listrik contohnya hanya dinikmati masyarakat midle up, sementara masyarakat desa yang merupakan kalangan menengah kebawah belum tersentuh secara optimal.

“Padahal potensi energi di desa akan bisa memajukan ekonomi seperti akses informasi, produk barang juga sektor pertanian yang butuh energi listrik,” jelas Winerungan.

Sementara itu Apriles menyoroti sistem koordinasi dan komunikasi antar lembaga yang buruk dan perlu perbaikan.

Ia juga menyorot Pemerintah terkait kepastian hukum dan pengaruhnya geopolitik dalam negeri maupun kawasan.

”Investasi tidak murah, kepastian hukum rentan jadi tantangan, Pemerintah harus membuat stabil hukum dan keamanan terhadap pengaruh geopolitik dalam negeri kawasan dan internasional supaya kita tidak ketergantungan pada energi fosil yang harusnya semakin berkurang,” tegas Apriles.

Menurut Josua Salaki Ketimpangan ini diikuti oleh hasil bauran energi Indonesia yang masih jauh dari target.

”Untuk energi kita masih di angka 13,21 persen masih jauh dari target tahun 2025 sebesar 23 persen.

Secara nasional rilis kementerian ESDM 99.8 masih menyembunyikan disparitas pulau-pulau terbelakang 400 desa belum terlistriki bahkan di Sulut daerah terluar seperti Pulau Nain masih menikmati listrik jam 6 sampe jam 12 malam padahal potensi masyarakat disana adalah bisnis rumput laut.

Salaki menambahkan pengembangan energi terbarukan juga harus menjadi perhatian Pemerintah Prabowo Gibran kedepan sebagaimana Program jangka panjang.

Peluang Indonesia kedepan seperti konversi sumber daya jadi energi buat sampah makanan jadi energi, plastik didaur ulang, potensi alam energi surya indonesia yang sangat kaya mampu menjawab kebutuhan kita.

”Contoh soal etanol, bisa dikembangkan di Indonesia asalkan harus melalui kajian karena tidak aman jika etanol yang sesuai etanol contoh di brazil mereka mencampur etanol di bahan bakar akhirnya berdampak pada kendaraan,” pungkas Josua. (ben)