
MANADO – Batik Keke menggelar Soft Opening tepat perayaan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-61 di kawasan Citraland Blok Northern Hill 5 no 18 Manado, Selasa (23/9/2025).
Menurut Owner Galeri Noni Keke, Dr Theresia Kaunang, banyaknya permintaan dari teman -teman terdekat sehingga disiapkan tempatnya.
“Untuk galeri noni Keke ada beberapa produk yakni batik keke, tenun keke, keke hand craft,” ucapnya di sela soft opening.
Ada pula tersedia beberapa produk lain untuk Batik Keke, seperti Kalung dan Tas. Bermotif Batik kombinasi dengan Kulit Sapi.
“Produk lain itu dipasarkan untuk ole – ole, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ingin mengoleksi batik juga,” cetusnya.
Beberapa waktu lalu, Batik Keke juga mendapat kesempatan untuk fashion show untuk rancangan baju bersama Batik Riana dan Eco Print Pipie sebagai wakil dari Indonesia.
Dalam bisnis forum, Batik Keke mendapat kesempatan untuk mengikuti Talk Show dengan audiens orang Jepang dan tamu-tamu lainnya di pavilion Indonesia dari beberapa negara.
Dalam sehari kunjungan ke paviliun Indonesia bisa mencapai 30.000 orang.
“Dengan demikian, dapat membuka kerjasama dengan buyer di manca negara yang tertarik dengan batik keke,” tambah Theresia.
“Sekaligus ajang promosi pariwisata sulawesi utara karena motif- motif batik keke yang sudah mencapai di atas 50 motif,” ujarnya lagi.
Ditambahkannya lagi, ada berbagai warna mengangkat ciri khas Sulawesi Utara.
Seperti tanaman khas, hewan khas, biota laut, makanan khas, tari tarian khas, cerita rakyat, dan semua adat istiadat ciri khas Sulawesi Utara.
“Motif taman laut Bunaken dan biota laut Perairan pulau lembe Bitung menjadi pilihan audiens untuk dibahas dalam talk show.
“Pada kesempatan itu, salah satu model mengenakan dress dari motif Taman Laut Bunaken kombinasi dengan biota laut perairan Pulau Lembe Bitung.
Antusias pengunjung sangat besar. Bahkan konten kreator Jepang bernama Ling Konichiwa juga turut datang mempromosikannya.
“Batik Keke juga mendapat kesempatan diterima audiensi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Jepang yang dinakhodai John Boestami,” jelasnya.
Hebatnya lagi, Batik Keke mendapat dukungan untuk dipromosikan dalam ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Osaka sebagai data base UMKM potensial Indonesia di Jepang. Batik Keke telah melewati kurasi.
Sang Owner Batik Keke merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan John Boestamu.
Batik Keke juga berterima kasih kepada Kadin Pusat dan Iwapi Pusat yang sudah melibatkan Batik Keke dan Keke Craft dalam acara World Expo yang akbar tersebut.
Harapan-nya semoga dapat terlibat dalam acara-acara akbar di mancanegara lainnya.
“Semoga juga Sulawesi Utara lebih dikenal di Jepang dan negara lain sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara,” pungkas dr
Theresia. (ben)




















