MANADO – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou menanggapi viral di media sosial soal kondisi alat medis yang digunakan sebagai tindakan operasi yang mengalami kerusakan, Kamis (5/06/2025).
Manajemen RSUP Kandou mengakui adanya kerusakan alat medis tersebut. Dijelaskan, alat tersebut sedang dalam proses perbaikan.
Pengadaan alatnya dari luar negeri, tepatnya dari Jerman dengan waktu tunggu yang cukup lama, yakni 3 hingga 6 bulan.
”Proses pengadaan alat medis dari luar negeri memang membutuhkan waktu yang cukup panjang,” ungkap Manajer Hukum dan Humas RSUP Kandou, Ruslianto Urendeng SH.
Ia menambahkan bahwa upaya peminjaman alat dari vendor lain juga telah dilakukan.
Sayangnya, seluruh vendor yang dihubungi juga sedang mengalami kekurangan alat karena dipakai rumah sakit lain.
Rumah sakit Kandou juga telah melakukan edukasi kepada keluarga pasien terkait kondisi ini.
Tim Kerja Humas telah berkoordinasi dengan bagian pelayanan medik dan penunjang.
“Kami melakukan komunikasi dan edukasi kepada keluarga pasien terkait kendala ini sejak awal,” ungkap Manajer Humas RSUP Kandou, Ruslianto Urendeng.
Pasien masuk RSUP Kandou pada tanggal 2 Juni 2025 melalui IGD dengan kondisi yang lemah dan membutuhkan perawatan intensif di ICU.
Sayangnya, tempat tidur ICU juga menjadi tantangan tersendiri karena full.
Namun, pihak rumah sakit telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan tempat bagi pasien tersebut.
”Kami telah memprioritaskan pasien ini untuk masuk ICU,” jelas Ruslianto.
“Keluarga pasien juga telah menyaksikan upaya kami dan memahami situasi ini,” sambungnya.
Terkait viralnya postingan di media sosial, pihak Humas RSUP Kandou telah melakukan koordinasi dengan keluarga pasien.
Setelah dilakukan klarifikasi, keluarga pasien akhirnya memahami situasi yang sebenarnya.
“Setelah dilakukan konfirmasi lebih lanjut antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien, keluarga mengerti dan sepakat untuk menghapus unggahan yang sempat tersebar di media sosial,” kata Ruslianto.
Alat medis yang dibutuhkan telah tiba di RSUP Kandou. Saat ini sedang menjalani uji kelayakan sebelum digunakan.
Pihak Rumah Sakit menekankan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dan telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani situasi ini.
Ruslianto mengatakan bahwa dalam situasi serupa, mereka selalu berupaya merujuk pasien ke rumah sakit lain yang memiliki alat medis yang dibutuhkan
“Karena milik RS Kandou lagi rusak, sebagai langkah antisipatif untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi pasien. Intinya Prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan pasien,” pungkasnya. (*/ben)























