Wabup Tendris Bulahari Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Penguatan Pelayanan dan Pendidikan di Sangihe

39
Wabup Tendris Bulahari memimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tahuna.(Dok.ist)

SANGIHE – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Gelora Santiago, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) serta apel perdana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam sambutannya, Bulahari menyampaikan bahwa momentum tersebut memiliki makna strategis karena menyatukan tiga agenda penting dalam satu refleksi bersama untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak hanya mengenang perjalanan otonomi daerah dan perjuangan pendidikan nasional, tetapi juga mengevaluasi dan memperkuat kinerja kita sebagai aparatur pemerintah,” ujar Tendris Bulahari.

Menurutnya, dalam konteks Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan di wilayah perbatasan utara Indonesia, otonomi daerah bukan sekadar kewenangan administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pulau-pulau terluar.

Ia menjelaskan, tema Hari Otonomi Daerah tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui program Sapta Membara.

Itu menitikberatkan pada percepatan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam kesempatan itu, Bulahari menekankan sejumlah poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah.

Di antaranya, sinkronisasi program daerah dengan prioritas nasional, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan ketahanan wilayah.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi berbasis kinerja melalui pelayanan publik yang cepat, transparan dan berbasis digital, peningkatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta perlunya kolaborasi antarwilayah dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Tantangan pembangunan daerah kepulauan tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Dibutuhkan kerja sama dan sinergi semua pihak,” katanya.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, Bulahari mengingatkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan bangsa.

“Pendidikan harus mampu memanusiakan manusia, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter generasi muda. Bonus demografi bukan warisan instan, tetapi harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” lanjutnya.

Ia juga mengakui bahwa sektor pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pendidikan di wilayah terpencil dan kepulauan, kualitas sarana dan prasarana pendidikan, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut menyerahkan SK kenaikan pangkat dan SK pensiun bagi ASN, bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi dan kebakaran, serta hadiah Festival Lomba Seni dan Sastra yang diikuti sekolah-sekolah se-Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolres Kepulauan Sangihe, Ketua Pengadilan Negeri Tahuna, perwakilan Danlanal Tahuna, pejabat struktural dan fungsional, Ketua TP PKK Kepulauan Sangihe, serta Sekretaris TP PKK Kepulauan Sangihe. (Ivan)