Dirut Starry Rampengan Alami Mukjizat Usai Alami Kecelakaan

132
Suasana ibadah Awal Tahun yang digelar Pelayanan Siswa (PELSIS) Jaringan Tim Evang (JTE) bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Sulawesi Utara. (dok)

MANADO – Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan Sp.JP(K) FIHA MARS menghadiri serta memberikan kesaksian hidup dalam Ibadah Awal Tahun yang digelar Pelayanan Siswa (PELSIS) Jaringan Tim Evang (JTE) bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Sulawesi Utara, Jumat (23/01/2026).

‎Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Graha Bethany Manado dan dihadiri para tokoh gereja, hamba-hamba Tuhan, serta jemaat lintas denominasi.

‎Ucapan selamat datang disampaikan oleh Gembala Sidang Gereja Bethany Manado, Pdt. dr. Lenny Matoke, Sp.S., MA.

Sementara itu, ibadah dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIM, Pdt Dr Adolf K. Wenas.

‎Dalam khotbahnya, Pdt. Adolf K. Wenas membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16 dan menekankan pentingnya hidup saling mengasihi, menjauhi iri dan dengki, serta menjaga kerukunan antar gereja dan antar umat beragama, sebagaimana kasih Tuhan yang telah lebih dahulu mengasihi umat-Nya.

‎Pada kesempatan tersebut, Prof Starry Rampengan membagikan kesaksian iman tentang pertolongan Tuhan dalam peristiwa kecelakaan yang dialaminya pada Desember 2025 lalu.

Di hadapan jemaat, ia menceritakan bagaimana dirinya hampir mengalami kondisi fatal saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan dalam kunjungan kerja di Sulawesi Utara.

‎“Saat itu saya hendak naik kapal untuk perjalanan laut, namun terpeleset dan terjatuh hingga bagian belakang tubuh saya membentur sudut kapal. Sebagai seorang dokter, saya memahami kondisi ini sangat berisiko dan bisa berujung kelumpuhan. Tetapi puji Tuhan, saya dijamah dan menerima mujizat,” ungkap Prof Starry dengan penuh haru.

‎Ia menambahkan, dirinya sempat menjalani perawatan di RS Kandou selama empat hari. Namun, berkat pertolongan Tuhan, pemulihan yang dialaminya berlangsung sangat cepat dan di luar perkiraan medis.

‎“Seminggu setelah kecelakaan, saya sudah bisa kembali memimpin apel Hari Ibu pada 22 Desember 2025. Semua ini bukan karena kekuatan saya, tetapi semata-mata karena tangan Tuhan,” tuturnya.

‎Turut hadir Ketua Dewan Pembina BAMAG LKKI, PELSIS JTE dan PMK Sulut, Dr Ir Cornelius D. Ronowidjojo MA PhD.

Dalam kesempatan tersebut, Cornelius menyampaikan bahwa dipimpinnya ibadah oleh Ketua Sinode GMIM di Graha Bethany Manado merupakan sebuah momentum penting rekonsolidasi gereja-gereja di Sulawesi Utara.


‎Ia mengapresiasi integritas, keteladanan iman, serta komitmen Prof Starry dalam memimpin RS Kandou seraya berharap kepemimpinan tersebut terus diberkati Tuhan demi peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Utara.

‎Ibadah Awal Tahun ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam memperkuat iman, pelayanan, serta sinergi antar lembaga gerejawi dan generasi muda Kristen di Sulawesi Utara sepanjang tahun 2026. (ben)