MANADO – Kisah pedih sempat dirasakan Gabriella Tesalonika Kaunang, Dosen Universitas Trinita Manado.
Waktu itu, tahun 2007, di usia 9 tahun adalah tahun yang penuh pergumulan.
Bagaimana tidak, tepat bulan april saat umat kristiani merayakan paskah, Gaby jatuh sakit sehingga dirawat di RS Pancaran Kasih.
“Pada pertengahan tahun saya dilarikan di RS dengan keluhan yang sama. Namun dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS Prof Kandouw Malalayang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Gaby, sapaan akrabnya.
Awalnya, Gaby tidak langsung terdiagnosa kanker. Namun gejala yang ditimbulkan menyerupai seperti kurangnya sel darah merah dan panas tinggi sehingga harus menerima transfusi darah.
Singkat cerita, keadaan tubuhnya semakin hari semakin buruk, hingga dilarikan diruang ICU anak karena sudah tidak sadarkan diri.
“Keluarga saya tidak henti – hentinya berdoa pada saat itu,” tuturnya saat berbincang dengan arenapost.id, Jumat (5/12).
“Sampai ketika mujizat Tuhan nyatakan diruang tersebut selesai di doakan, saya mulai sadarkan diri dengan semua alat yang terpasang ditubuh saya,” kenangnya.
Pada waktu itu, lanjut Gaby, hasil lab sudah keluar. Ia diagnosa kanker darah atau Leukemia sehingga harus menjalani kemoterapi selama 6 bulan diruang Estela.
“Tapi Puji Tuhan, semuanya boleh terlewati berkat dukungan dari keluarga, dokter, perawat dan pastinya karena mujizat Tuhan yang nyata dalam kehidupan saya,” ujarnya lagi.
“Selang beberapa minggu dirawat akhirnya dokter sudah perbolehkan pulang,” jelas Gaby.
Gaby Kaunang yang punya ketekunannya yang kuat untuk bisa sembuh dan menyelesaikan study sampai S2.
“Semua ini berkat campur tangan Tuhan Yesus,” pungkas Gabby.
Kini, Gabriella Kaunang bekerja sebagai Guru di SD inpres 6/84 Walehunian dan juga sekaligus Dosen di Universitas Trinita Manado. (ben)






















