SANGIHE – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, secara resmi membuka pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar tahun 2026, yang dipusatkan di SD Negeri 2 Tahuna, Senin (20/4/2026).
Pelaksanaan TKA ini menjadi bagian penting dari Asesmen Nasional yang bertujuan memetakan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Wabup Tendris menegaskan bahwa TKA bukan hanya sekadar kegiatan evaluasi rutin, melainkan alat strategis untuk mengukur kemampuan dasar siswa secara objektif.
Menurutnya, hasil dari asesmen ini akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam merancang kebijakan peningkatan mutu pembelajaran di setiap sekolah.
“Tes ini adalah bagian dari proses belajar. Dari sini kita bisa melihat perkembangan kemampuan peserta didik secara nyata,” ujarnya di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk mengikuti ujian dengan sikap yang baik, tetap tenang, serta menjunjung tinggi kejujuran.
“Saya harap anak-anak bisa mengerjakan soal dengan percaya diri, jujur, dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Karena pelaksanaan TKA dilakukan berbasis teknologi, Wabup Tendris turut memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan teknis.
Ia meminta panitia memastikan seluruh perangkat dan sistem pendukung berfungsi dengan optimal.
“Periksa semua kesiapan, mulai dari jaringan internet, komputer, hingga server. Jangan sampai kendala teknis mengganggu konsentrasi siswa,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang telah berperan aktif dalam membimbing siswa hingga tahap pelaksanaan TKA.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara merata, termasuk di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Sangihe.
Hal ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di masa depan.
“Kita harus menyiapkan generasi yang mampu memanfaatkan peluang bonus demografi tahun 2045. Kuncinya adalah akses pendidikan yang merata dan berkualitas,” ungkapnya. (Ivan)




















