Dukung Ketahanan Pangan, PLN Hadirkan Ekosistem Pengairan Modern untuk Kelompok Tani Torout Jaya

18
Istimewa

MANADO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo atau UID Suluttenggo kembali menegaskan komitmennya mendorong modernisasi pertanian.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJSL pilar Electrifying Agriculture, PLN menyerahkan bantuan sarana pengairan berbasis listrik terintegrasi kepada Kelompok Tani Torout Jaya, Kamis 14 Agustus 2026.

Bantuan ini bertujuan memodernisasi pola pengairan, menghemat biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menyampaikan, sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian daerah sekaligus pilar ketahanan pangan.

“Namun sektor ini dihadapkan pada tantangan keterbatasan air saat musim kemarau, ketergantungan BBM yang harganya fluktuatif, hingga peralatan manual yang membatasi hasil panen,” ujar Usman.

“Sebagai perusahaan penugasan negara, peran kami tidak hanya menghadirkan terang listrik di rumah warga. Lebih dari itu, listrik harus menjadi motor penggerak roda perekonomian, pemantik kesejahteraan, dan solusi atas tantangan nyata masyarakat,” tegasnya.

PLN menyerahkan ekosistem pengairan berbasis listrik yang terintegrasi untuk Kelompok Tani Torout Jaya, meliputi:

1. 4 Unit Pengeboran Air dan Sumur Bor + 4 Set Instalasi Air
2. 4 Unit Pompa Air Listrik Modern
3. 4 Pasang Baru Listrik Daya 3.500 VA lengkap NIDI & SLO
4. 20 Unit Tandon Air 3.500 Liter +  20 Unit Tower 2 Meter
5. 1.400 Meter Selang HDPE 1 Inci untuk distribusi air ke lahan.

Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Suluttenggo Noven Koropit menjelaskan, dengan pompa listrik petani bisa menghemat biaya energi hingga lebih dari 50% dibanding mesin pompa BBM.

Penghematan ini membuat pengolahan lahan bisa tepat waktu dan proses tanam serempak.

Program ini juga mendukung SDGs Ke-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi*. Dengan irigasi efisien, produksi jagung meningkat, pendapatan petani naik, lapangan kerja baru terbuka, dan ketahanan pangan daerah menguat.

“Bantuan ini adalah amanah. Kami titip untuk dijaga, dirawat, dan dikelola gotong royong. Lakukan perawatan berkala agar manfaatnya dirasakan hingga generasi penerus,” pesan Noven kepada anggota kelompok tani.

Melalui TJSL ini, PLN UID Suluttenggo hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi masyarakat. Sinergi PLN, Pemerintah Daerah, dan Kelompok Tani Torout Jaya diharapkan mendukung kedaulatan pangan dan kesejahteraan berkelanjutan. (ben)