RSUP Kandou Kolaborasi Kejati Sulut Sosialisasikan Good Governance Diera Digital

101
Suasana Sosialisasi Good Governance di Era Digital dilaksanakan di aula lantai 2 gedung administrasi RSUP Kandou Kamis (6/8/2026). (foto Ben)

MANADO – RSUP Kandou bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara mengelar Sosialisasi Good Governance di Era Digital dilaksanakan di aula lantai 2 gedung administrasi RSUP Kandou, Kamis (6/8/2026).

Hal itu memperkuat penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., menegaskan bahwa penguatan integritas dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional di rumah sakit.

‎”Penerapan prinsip good governance harus menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Dirut Starry Rampengan.

‎Sementara perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. R. Bayu Probo Sutopo, S.H., M.H., yang memberikan materi penguatan mengenai pentingnya tata kelola organisasi di era digital.

‎Bahwa setiap aparatur memiliki tanggung jawab utama melayani masyarakat. Karena itu, seluruh kebijakan yang dijalankan harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak mengabaikan ketentuan yang berlaku.



‎“Saya tidak mau jajaran direksi ke bawah mengamankan kebijakan pimpinan tetapi melanggar aturan,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan agar seluruh pegawai tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari pihak luar selama bekerja sesuai ketentuan.

‎“Jangan terganggu dengan LSM,” ujarnya.

‎Selain itu, Bayu menekankan pentingnya membangun komunikasi internal yang sehat dalam organisasi.

‎Lanjutnya lagi setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang benar sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.

‎“Saya tidak mau ada orang dalam yang membawa laporan ke kami,” katanya.

‎Dalam pemaparannya, Bayu juga menyinggung pentingnya penerapan green design sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang modern, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif, transparan, dan berintegritas di era digital.

‎‎”Diharapakan materi penguatan pemahaman mengenai good governance dapat semakin memperkokoh budaya kerja yang menjunjung integritas, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ben)