Polda Sulut Luncurkan Teknologi Canggih, Face Recognition Terhubung Data KTP ‎

115
Teknologi Face Recognition yang terhubung langsung dengan data KTP untuk memperkuat penyelidikan kasus dan pengamanan berbagai agenda nasional maupun internasional. (ist)

MANADO – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara resmi meluncurkan teknologi Face Recognition yang terhubung langsung dengan data KTP untuk memperkuat penyelidikan kasus dan pengamanan berbagai agenda nasional maupun internasional.

‎Teknologi canggih berbentuk portable ini dilengkapi kamera 360 derajat serta didukung jaringan internet Starlink, sehingga tetap dapat digunakan di wilayah dengan sinyal internet terbatas.

Sistem tersebut mampu mengenali wajah seseorang secara cepat, kemudian menampilkan identitas secara otomatis di layar komputer.

‎Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menjelaskan bahwa perangkat tersebut merupakan dukungan dari Bareskrim Polri untuk meningkatkan kemampuan Unit Identifikasi (Inafis).

‎”Pengenalan Peralatan Baru Face Recognition dan Starlink Unit Identifikasi Polda Sulawesi Utara telah menerima dukungan peralatan baru dari Bareskrim Polri berupa sistem Pengenal Wajah serta perangkat internet portabel Starlink,” ujarnya usai peluncuran di Mapolda Sulut, Rabu (5/8/2026).

‎Menurutnya, teknologi tersebut memiliki kemampuan mendeteksi, melacak, dan mengidentifikasi pelaku kejahatan maupun orang yang masuk dalam daftar pencarian.

‎”Alat ini berfungsi untuk mendeteksi, melacak, dan mengidentifikasi data pelaku kejahatan, residivis, DPO atau Daftar Pencarian Orang, serta orang-orang yang dicurigai. Kamera alat akan merekam wajah seseorang yang melintas, kemudian data pribadi, identitas yang bersangkutan akan langsung terdeteksi dan terbaca di layar komputer secara otomatis,” jelasnya.

‎Selain itu, perangkat Starlink memastikan sistem tetap dapat digunakan di daerah yang memiliki keterbatasan jaringan internet.

‎”Perangkat Starlink portabel digunakan untuk memastikan koneksi internet tetap stabil saat petugas menjalankan tugas di daerah-daerah yang memiliki sinyal lemah (blank spot) di seluruh wilayah Sulawesi Utara,” paparnya.

‎Teknologi Face Recognition dijadwalkan menjalani uji coba perdana saat pelaksanaan Tournament of Flowers (TIFF) Tomohon 2026 pada 7–12 Agustus.

Perangkat akan dipasang di pintu masuk tamu VVIP sebagai bagian dari pengamanan, mengingat kegiatan tersebut akan dihadiri duta besar dari 10 negara.

‎Penerapan dalam Pengamanan Kegiatan Teknologi ini dipersiapkan untuk mendukung pengamanan acara nasional maupun internasional di Sulawesi Utara, seperti kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, guna mendeteksi ancaman kejahatan sejak dini.

“Imbauan Kepada Masyarakat Meskipun kepolisian telah didukung oleh teknologi canggih, peran aktif dan informasi manual dari masyarakat tetap sangat diharapkan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban,” tandas KBP Suryadi.

‎Kehadiran teknologi ini diharapkan mempercepat proses identifikasi sekaligus meningkatkan efektivitas pengamanan pada berbagai kegiatan besar di Sulawesi Utara. (ben)