SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako.
Sejak Kamis (23/7/2026), alat berat dikerahkan untuk normalisasi alur Sungai Binala agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir susulan bisa diminimalisir.
Pembersihan difokuskan pada tumpukan batu, lumpur, batang kayu, dan material lain yang terbawa arus deras.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Michael Thungari, SE., MM dan Wakil Bupati Tendris Bulahari kepada perangkat daerah terkait agar penanganan pascabencana dilakukan secepat mungkin.
Meski saat bencana terjadi Bupati dan Wakil Bupati sedang bertugas di luar daerah, koordinasi dengan jajaran pemerintah tetap berjalan intensif.
Melalui komunikasi berkelanjutan, penanganan darurat langsung dieksekusi instansi teknis di lapangan.
Selain normalisasi sungai, Pemkab Sangihe juga terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan perbaikan infrastruktur terdampak.
Hal ini untuk mengurangi potensi bencana serupa jika curah hujan kembali tinggi.
Pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan longsor agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Warga diminta segera melapor ke pemerintah setempat jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.
“Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berkomitmen mengakselerasi penanganan pascabencana melalui kerja sama lintas sektor, agar aktivitas warga dapat kembali normal secepatnya,” tegas Pemkab Sangihe.
(*/Ivan)






















