SANGIHE – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (22/7/2026), mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kampung.
Sedikitnya puluhan rumah warga mengalami kerusakan, sementara sekitar 60 rumah di Lindongan II Kampung Pokol sempat terendam banjir.
Di Kampung Lelipang, tiga rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir, dua di antaranya rusak berat.
Sementara di Kampung Binala, delapan unit bangunan, termasuk dua rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako, mengalami kerusakan berat akibat longsor dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Air yang sempat menggenangi permukiman di Lindongan II Kampung Pokol dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter mulai surut pada siang hari.
Sebagai bentuk respons cepat, Plh Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Rumokor, S.H., M.H. turun langsung meninjau lokasi bencana didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Kepulauan Sangihe dan Kapolsek Tamako AKP Meldi Roring, S.H.
Selain melakukan peninjauan, jajaran Polres dan Polsek Tamako membantu warga yang terdampak banjir dan longsor, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung untuk memantau perkembangan situasi.
Kapolres melalui jajarannya juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir maupun lereng perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan.
Hingga sore hari, situasi di wilayah Kecamatan Tamako dilaporkan aman dan terkendali, sementara aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap warga yang terdampak bencana. (Ivan)






















