Debora Sindoro, Kolaborasi Apik Zumba Dibalut Pelayanan

66
Debora Sindoro. (ist)

MANADO – Nama Debora Sindoro sudah tidak asing lagi buat komunitas olahraga Zumba di Kota Manado dan Sulawesi Utara.

Figur wanita enerjik kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu begitu populer dengan panggilan Cece Debora sudah hampir dua dakade, hadir dan menyapa penggemar Zumba di daerah ini.

Tidak berlebihan sehingga reputasi dan totalitasnya itu membuat Zin Pro melekat padanya hingga kini.

Zin Pro Debora Sindoro telah lama eksis dalam mempopulerkan Zumba di Manado.

Kehadirannya dalam mendukung program anyar Pemkot Manado, Car Free Day di Kawasan Mega Mas sejak tahun sejak 2011, banyak memberikan kesempatan kepada para penggemar Zumba untuk Zumba bersama, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Nuansa enjoy dan kehangatan begitu terasa setiap akhir pekan di Kawasan Mega Mas.

Ribuan warga setiap Sabtu selalu memunuhi arena panggung Zumba. Debora rutin hadir bersama timnya.

Kini, Debora Sindoro sejak dua pekan lalu, memilih Godbless Park sebagai lokasi baru untuk mempopulerkan Zumba.

Dan luar biasa, action perdana mendapat apresiasi dari warga.

Selain Godbless Park, Zin Pro Debora juga hadir di pelataran depan Grand Kawanua.

“Jadi semua masyarakat boleh terjangkau dengan kesehatan gratis,” ungkapnya.

Owner di DeStar Gym dan guru di Manado Independent Shool (MIS) sejak 2007 kini banjir aktifitas.

Debora juga pelatih Dance Zumba dengan lebel nama DDS dan Poundpro pertama di Manado tetap eksis dengan nama Poundfit Sulut Community.

Kiprah Debora bukan hanya melegenda di Zumba. DDS yang kehadirannya telah menginjak usia 19 tahun menggugah Pro Zin Debora untuk bernazar.

Beramal bagi sesama dengan 19 titik sosial yang rutin dijalaninya hingga termasuk melakukan pelayanan rohani.

Salah satunya, rutin melakukan pelayanan rohani dengan menyentuh ratusan Warga Binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Manado.

Mengusung Debora Sindoro Ministry, memiliki rutinitas pelayanan di Gereja Abigail Rutan Manado serta diberbagi tempat lainnya.

Disana, Debora banyak bersaksi pada kemurahan Tuhan dalam suka duka kehidupannya.

“Ci Debora bisa ada sejauh ini tentu tidak lepas dari campur tangan dan kemurahan Tuhan. Jadi harus dibalas dengan pemberian diri lewat pelayanan dan momen religius lainnya,” ujar wanita kelahiran 10 Februari 1983. (red)