MANADO – Lewat testimoni ini, Brivio Joshua menceritakan kisahnya saat di diagnosa menderita Acute Myoblast leukemia atau AML.
Acute Myeloid Leukemia (AML) atau Leukemia Mieloid Akut adalah kanker darah dan sumsum tulang yang agresif dan berkembang cepat.
Penyakit ini terjadi saat sumsum tulang memproduksi mieloblas (sel darah putih belum matang) abnormal, menghambat produksi sel darah sehat. Gejalanya meliputi lelah, demam, mudah memar, dan pendarahan.
Kondisi ini sering disebabkan oleh autoimun, di mana, sistem imun menyerang sel puncak sumsum tulang.
Gejala itu meliputi kelelahan ekstrem, kulit pucat, infeksi berulang dan perdarahan/lebam.
Bermula saat itu Brivio duduk di kelas 2 SMA pada umur 17 tahun.
Di semester genap, ia mulai merasa berbeda dengan kondisi fisiknya pada saat semester ganjil dengan keseringan merasa lelah.
Sakit kepala ekstrem diyakini karena kelelahan mengikuti ujian praktek, setelah itu mulai merasakan panas tinggi.
”Akibatnya saya dibawa orang tua saya untuk memeriksa di RS gunung maria Tomohon. Disitu saya hanya di diagnosis DBD karena darah putih yang berlebihan. Saya juga belum expect itu gejala awal kanker,” ungkap Brivio.
Setelah berobat seminggu di RS gunung maria, ia kembali bersekolah seperti biasa. Namun gejala sakit kepala, badan lemas dan panas tinggi muncul lagi.
“Itu membuat saya berobat di RS GMIM Besthesda Tomohon,” ujarnya kepada arenapost.id, Senin (9/3/2026).
Di RS GMIM Bethesda Tomohon, ia diagnosa awal sama seperti di RS sebelum yaitu DBD. Dengan pertolongan Tuhan mengirimkan dokter yang sadar akan kondisinya abnormal, sehingga beberapa hari harus menjalani rawat inap.
“Sayapun langsung di rujuk ke RSUP Prof Kandouw dengan ambulans,” ujarnya lagi.
Brivio mengaku bingung dengan sakitnya. Tapi dilihat dari reaksi dokter yang melihat hasil lab membuat saya tahu kalau saya menderita penyakit parah.
Setelah sesampainya di RSUP Prof Kandow, ia langsung dirawat di IGD sebelum dibawa ke Irina E. Disitu dokter – dokter ahli seperti dokter anak, dokter penyakit dalam dan dokter darah merawat dan memeriksanya selama seminggu.
“Awal diagnosa saya dikatakan memiliki kelainan darah seperti Anemia aplastik sehingga perlu pemeriksaan yang lebih lengkap seperti prosedur BMP untuk mengambil sampel darah saya,” jelasnya.
Joshuapun diperbolehkan pulang sementara sambil menunggu arahan para dokter dengan membawa obat Antibiotik sebelum kembali ke RSUP.
Kemudian hari, ia kembali ke RSUP dan langsung dibawa ke Estella untuk melakukan prosedur BMP. Sampelnya dikirim ke Jakarta sambil menunggu seminggu lagi.
Setelah hasil cek up darah sumsum tulang kembali dokter Langsung memanggilnya ke Estella untuk memberitahu.
“Hasil lab dan tanpa diduga saya menderita Kanker Darah tipe paling langkah yaitu Leukemia AML (Mieloid Akut),” tuturnya.
”Kata dokter Kanker saya adalah yang paling ganas dari Kanker Darah jenis lainnya seperti Leukemia ALL & CML, sehingga harus langsung dirawat jika tidak langsung dirawat akan berakibat fatal,” terang dia.
Mendengar itu semua, Brivio dan orang tua langsung terdiam dan hanya bisa menangis.
“Saya dan ortu saya yang sudah paham apa itu Kanker sebelumnya dan langsung menyetujui pengobatan kemoterapi,” tuturnya.
Untuk proses penyembuhan harus menjalani kemoterapi nonstop. Selama minggu pertama kemoterapi ia mendapati banyak tantangan seperti mual muntah, sakit kepala, pusing, hingga badan lemas
Minggu ketiga sampai keempat efek kemoterapi ia menjadi lebih parah. Mulai dari kurus, Iritasi kulit, panas tinggi, panas dalam, gusi berdarah, jamur di area mulut, infeksi area belakang bawah, sampai kelumpuhan.
”Saya mendapatkan jadwal 4 bulan kemoterapi beserta jenis -jenis obat yang semua serba dosis tinggi yang membuat sangat takut,” ujarnya.
Cobaan yang ia hadapi dan setiap pergumulan yang dialami selalu ditopang para kerabat, teman-teman keluarga.
“Bersyukur saya dirawat oleh para suster dokter yang peduli, dan juga Tuhan yang selalu mendengar dan menolong saya,” ujarnya.
Dengan berkat pertolongan Tuhan akhirnya dinyatakan bersih dari kanker saat prosedur BMP terakhir.
”Badai pasti berlalu, dan Ingat bahwa Yesus menerangi kita selalu,” pungkasnya.
Saati ini Brivio Joshua tercatat sebagai mahasiswa aktif PGSD di Universitas Negeri Manado dan menjabat sebagai Putra Pendidikan Dasar 2025. (ben)






















