MANADO – Fricky Lolowang tak menyangka rasa nyeri yang dialami pada tahun 2007. Saat itu, ia masih berusia 9 tahun (kelas 3 SD) sudah mendapat gejala awal sebelum divonis penyakit kanker darah (Leukemia).
Fricky menceritakan kisahnya terkena leukemia. Awalnya hanya merasa sakit biasa karena gejala awal merasa panas.
Dia merasa nyeri pada sendi atau tulang selangkangan. Kemudian seluruh tubuh terasa demam, kehilangan selera makan, kelelahan disertai pusing.
Muncul timbul bintik merah pada kulit, infeksi berulang, kelemahan, mudah memar, napas pendek, pembengkakan kelenjar getah bening.
“Menyusul pendarahan, penurunan berat badan tidak disengaja, pucat atau ulkus mulut,” ujar Fricky mengawali pembicaraan kepada Arenapost.id, Jumat (18/7/2025).
Waktu itu, dirinya dirawat di Irina E karena belum ada gedung Estella.
“Saya kemudian mencari tukang urut, karena waktu itu saya masih kecil. Memang setelah di urut nyerinya hilang, namun selang dua hari sakitnya datang lagi,” ceritanya.
Setelah itu, orang tuanya mencoba membawa ke dokter dan ditangani oleh dr Max Mantik. Oleh dokter Mantik, Fricky di diagnosa mengidap leukemia.
Ia dirawat di Irina -E karena belum ada gedung Estella. “Waktu itu suster konda yang merawat saya. Dan diambil tindakan dengan menjalani kemoterapi selama tiga bulan,” kenang dia.
Namun dalam beberapa perawatan yang dijalani belum juga tuntas.
Sekitar tahun 2009, bertepatan dibangunnya Pusat Pelayanan kanker anak Estella RSUP Kandou langsung ditangani secara intensif.
“Dengan menjalani pengobatan yang berkesinambungan, Puji Tuhan saat ini saya sudah nyatakan sembuh,” tuturnya lagi.
Katanya, Leukemia bisa disembuhkan. Penyembuhan leukemia sangat bergantung pada jenis leukemia, stadium penyakit dan kondisi pasien secara keseluruhan.
“Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, banyak kasus leukemia dapat mencapai remisi atau penghilangan tanda dan gejala kanker bahkan sembuh total,” ujarnya.
Fricky Lolowang kini tercatat sebagai mahasiswa Profesi Ners di Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado.
Dia berpesan agar masyarakat bisa mendeteksi dini kanker pada anak.
Pasien leukemia bisa disembuhkan asalkan bisa ditangani dengan cepat. Intinya, sangat penting deteksi dini kanker pada anak.
“Untuk orangtua juga adik-adik yang anaknya sementara dirawat tetap semangat, karena jika saya bisa sembuh pasti adik-adik di Estella juga bisa sembuh. Asalkan mengikuti prosedur kemoterapi dan minum obat dengan baik sesuai aturannya,” imbuhnya.
Kepala ruangan pusat kanker Estella Ns Konda Tawalujan SKM SKep Mkes mengatakan
penyakit kanker dapat disembuhkan asalkan berobat dengan tertib.
“Semoga teman – teman tenaga kesehatan di pelayanan general jika mendapatkan pasien dengan gejala pucat, cepat lelah, badan panas yang berulang selama dua minggu,” pintanya.
“Segera dirujuk saja untuk segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan lama dirujuk agar bisa sembuh,” tandasnya. (ben)






















