Yulius Selvanus: Kita Belajar dari Bali tentang Budaya yang Tetap Terpelihara

304
YSK bersama Victor Mailangkay sata tampil pada Debat Publik, Selasa (12/11/2024). (ist)

MANADO – Calon Gubernur nomor urut 1 Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyebutkan soal penguatan wawasan kebangsaan yang memiliki korelasi kuat dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan YSK dalam debat terakhir Pilkada Sulut yang digelar KPU Sulut di Novotel Convention Center Manado, Selasa (12/11/2024) malam.

“Jadi penguatan Wawasan Kebangsaan punya korelasi kuat dengan nilai – nilai kearifan lokal,” ujar YSK menjawab pertanyaan panelis terkait strategi yang akan dihadirkan untuk konsep hilirisasi di Sulut demi memperkokoh NKRI.

YSK juga mengungkapkan wawasan kebangsaan lahir dari sejarah kebangsaan.

“Dan sejarah kita tidak terlepas dari budaya dan budaya tidak terlepas dari seni,” ucap Yulius Selvanus.

Di situlah korelasi antara wawasan kebangsaan dan kearifan lokal terikat erat satu sama lain.

“Jika di kombain dengan transformasi dan penguatan ekonomi bangsa tapi juga memiliki substansi untuk memperkokoh NKRI melalui program hilirisasi, sehingga seluruh anak bangsa termasuk masyarakat Sulut menjadi tuan rumah di NKRI sehingga cinta tanah air akan mengalir karena kesadaran pribadi,’ jelasnya.

Jika dirinya dan Victor Mailangkay terpilih menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Sulut, budaya dan seni menjadi andalan penguatan ekonomi dalam rangka menjaga wawasan kebangsaan.

Sebagai bentuk kearifan lokal, kata Yulius Selvanus, Budaya dan seni akan selalu ditampilkan, ditingkatkan menjadi kekuatan Sulut.

“Kita belajar dari Bali tentang budaya yang tetap terpelihara di tengah kehadiran pariwisata internasional,” ucapnya. (*/ben)