Panitia Hari Asuransi 2023 Giatkan Literasi kepada Masyarakat

229
Panitia Hari Asuransi 2023 menyelenggarakan serangkaian kegiatan literasi kepada masyarakat luas di Hotel Luwansa, Manado, Selasa (3/10/2023). (foto: istimewa)

MANADO – Hari Asuransi yang diperingati setiap tanggal 18 Oktober 2023 merupakan perayaan yang ke-17 tahun.

DAI menunjuk Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI) sebagai Pelaksana Hari Asuransi 2023 berkolaborasi dengan asosiasi-asosiasi di bahwa naungan Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

Ketua Panitia, Rio Darante mengatakan, kegiatan ini mengacu kepada literasi dan inklusi pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK tahun 2022.

“Literasi dan inklusi pada sektor Asuransi masih di bawah level Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang lain. Walaupun mengalami pertumbuhan sejak dua periode, ini sejalan dengan tingkat penetrasi dan densitas yang masih relatif rendah di Indonesia,” kata Rio.

Literasi pada sektor Perasuransian berada pada level 31.7%, sedangkan inklusi pada level 16.6%, pencapaian ini masih relatif jauh di bawah Perbankan dimana literasi pada sektor ini mencapai 49.9% dan inklusi pada level 74.0%.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk terus meningkatkan inklusi di industri perasuransian.

Panitia Hari Asuransi 2023 menyelenggarakan serangkaian kegiatan literasi kepada masyarakat luas dengan berbagai acara, baik sosialisasi maupun promosi dari masing-masing perusahaan asuransi, institusi terkait dan juga kerjasama dengan asosiasi perasuransian di Indonesia.

“Ini merupakan tantangan tersendiri untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan Asuransi, agar dapat memasyarakat dan dirasakan kebutuhannya dan menjadikan perlindungan bagi semua kalangan,” bebernya.

APKAI (Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia) berkomitmen untuk melakukan rangkaian kegiatan “Literasi Asuransi untuk Negeri” berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani.

Harapannya dapat meningkatkan perluasan inklusi perasuransian kepada sektor UMKM, dengan melakukan kegiatan literasi di beberapa kota di Indonesia.

Dengan memperhatikan upaya kerja bersama di seluruh perasuransian tersebut, kepercayaan masyarakat bisa tumbuh dan menjadi harapan bersama edukasi dan literasi keuangan, khususnya asuransi dapat lebih ditingkatkan, dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya masyarakat memahami, bahwa perencanaan keuangan diperlukan dengan tetap memperhatikan Pilar Perlindungan yang dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan di masa yang akan datang, sehingga menjadikan asuransi sebagai salah satu pilar terpenting perekonomian di Indonesia.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen, Ibnu Hasyim menyampaikan bahwa Taspen Life berkomitmen untuk terus turut meningkatkan literasi asuransi.

“Literasi kepada masyarkat Indonesia guna masyarakat yang lebih sejahtera dan terproteksi,” tandasnya. (*/don)