Wadir Polimdo Rudolf Mait Bawa TerraSight AI Tembus Semifinal Kompetisi Inovasi di China

103
Tim Dosen Polimdo Tembus Semifinal di China. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Ir. Rudolf E. G. Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng bersama tim Fardi Kalumata dan Steven Kamurahan mempresentasikan program “TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations” yang berhasil melaju ke semifinal The 15th China Innovation & Entrepreneurship Competition “AI + Construction Machinery”, di Kantor Pusat Polimdo, Kamis (15/10/2026). (ist)

MANADO – Komitmen untuk memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi institusi ditunjukkan secara konkret oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

Berbekal sertifikasi kepakaran kecerdasan buatan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rudolf memimpin tim dosen Polimdo melaju hingga babak semifinal ajang The 15th China Innovation & Entrepreneurship Competition “AI + Construction Machinery”.

Tim yang beranggotakan Rudolf Mait, Fardi Kalumata, dan Steven Kamurahan ini berhasil menyisihkan berbagai perwakilan lain melalui program “TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations.”

Bagi Rudolf, keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk tanggung jawab moral agar setiap pengembangan kompetensi yang diikuti dosen atau akademisi tidak berakhir tanpa hasil.

“Apa yang kami ikuti selama ini harus bermanfaat dan memberikan dampak. Jangan sampai hanya berangkat mengikuti pelatihan, kemudian kembali tanpa memberikan hasil atau kontribusi apa-apa,” tegas Rudolf saat ditemui di kantor pusat Polimdo, Kamis (15/10/2026).

Proses kompetisi yang dilalui selama satu bulan tersebut kini membuah hasil manis.

Polimdo tidak hanya menjadi satu-satunya utusan Indonesia di babak semifinal, namun program TerraSight AI juga berpotensi dipatenkan serta membuka kran kerja sama strategis dengan produsen manufaktur internasional.

Langkah ini sekaligus membuktikan keberhasilan Polimdo dalam mentransformasi pengetahuan teknis menjadi karya konkret yang diakui secara global. (*/don)