SMK dan LKP Siapkan Generasi Muda Tembus Dunia Kerja Global

25
Arum Tri Wulandari. (ist)

SURABAYA – Ada banyak cerita di balik penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul, kompeten dan berdaya saing global.

Berbagai cerita perjuangan, proses belajar, dan kerja keras para murid dalam mempersiapkan diri menembus pasar kerja internasional.

Berbagai kisah inspiratif ini turut mengemuka pada kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 LKP Bekerja di Luar Negeri di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Kisah pertama datang dari Arum Tri Wulandari, alumni LKP NCL Madiun, yang akan terbang ke Eropa Timur, Albania.

Memiliki passion di bidang boga, ia mengikuti kursus perhotelan dengan fokus pada bidang culinary sebagai commis di Apollon Hotel Albania.

“Tentunya sangat semangat untuk bisa bekerja ke luar negeri karena ingin punya pengalaman kerja internasional dan ingin membantu perekonomian keluarga,” ujar Arum, Sabtu (23/05).

Menurut Arum, selama satu tahun di NCL Madiun, ia dibekali praktik yang sesuai dengan standar industri.

Ia pun sudah menamatkan magang industri di Batam. Pembekalan untuk ke luar negeri dilakukan secara intensif sehingga ia bisa bersaing dan mendapatkan kesempatan bekerja ke luar negeri meski baru sekali mencoba.

Pada kesempatan yang sama, Direktur NCL Madiun, Sudarto, menyampaikan bahwa NCL sudah melakukan kerja sama dengan hotel dalam maupun luar negeri. Tahun ini 42 lulusan tidak hanya bekerja ke Eropa Timur, tetapi juga di Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, bahkan Amerika.

“Dari awal kami persiapkan dan fokuskan untuk bekerja di luar negeri. Kurikulum dan praktisi langsung mengajar di sini sehingga membantu peserta memiliki kompetensi standar global,” jelas Sudarto.

Cerita lain datang dari Muhammad Faiz Setyono, alumnus SMKN 2 Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang telah bersiap untuk terbang ke negeri Sakura, Jepang.

Lulusan yang kerap disapa Faiz ini mengaku bahwa ia sudah lama memiliki ketertarikan untuk berkarier di luar negeri.

Melihat peluang kerja di luar negeri yang cukup luas, Faiz pun kian menyiapkan diri sejak mulai masuk kelas 12, mulai dari belajar budaya kerja, bahasa, dan belajar untuk beradaptasi.

“Saya dulu di SMK mengambil jurusan teknik dan nanti di Jepang pun saya bekerja di bidang yang sama. Tentu, peluang ini akan saya manfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, menjalin relasi, dan menambah pengalaman kerja global,” ucap Faiz.

Menurut Faiz, dukungan dari orang tua dan sekolah pun sangat membantu dalam proses persiapannya.

“Sekolah memastikan bahwa kami mendapatkan lembaga pelatihan yang tepat dan proses dari awal sampai akhir sekolah selalu memastikan bahwa proses tersebut berjalan aman dan lancar,” terang Faiz.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Jiwan, Lamijan, menyampaikan bahwa sekolah memiliki skema untuk memetakan peluang karier yang akan dipilih oleh murid.

Skema tersebut dirasa cukup membantu untuk membantu sekolah memberikan pelayanan pendidikan berdasarkan minat karier dari masing-masing murid.

Kaitannya dengan kebekerjaan luar negeri, sekolah juga memberikan berbagai layanan untuk murid.

“Kami melakukan pemetaan yang awalnya sejak semester 6, kini kami percepat di semester 4. Tujuannya adalah agar kita tahu dan persiapannya pun bisa dilakukan dengan matang. Selain itu, untuk mendorong kebekerjaan luar negeri, kami juga memberikan pelatihan bahasa serta mengundang industri sebagai guru tamu ke sekolah juga menjadi salah satu strategi kami untuk memberikan bekal kepada murid,” ucap Lamijan.

Lamijan juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2009 lulusan SMKN 2 Jiwan sudah mulai mengepakkan sayap di luar negeri.

Animo dari murid pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada awalnya hanya terdapat lima murid yang tertarik untuk bekerja ke luar negeri, sekarang sedikitnya dua puluh murid melanjutkan magang atau pun bekerja ke luar negeri setelah lulus sekolah.

Negara tujuannya pun beragam mulai dari Jepang, Korea, hingga negara di Benua Eropa, seperti Jerman.

“Tahun ini kita ada 24 lulusan yang akan berangkat magang ke luar negeri. Pastinya kami sudah melakukan berbagai persiapan supaya murid atau lulusan ini benar-benar bisa berkembang, mengaplikasikan ilmu, serta menyerap ilmu dari industri global,” jelas Lamijan.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi dalam melalui berbagai penguatan kompetensi, pembelajaran berbasis industri, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan kebekerjaan.

Para lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) sengaja dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri global dan memiliki kesiapan kerja yang profesional.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa SMK dan LKP memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM agar memiliki keterampilan baik hardskills dan softskills sehingga bisa bersaing di pasar kerja global.

Berbagai program telah dilakukan oleh pemerintah untuk menyiapkan peserta didik SMK maupun LKP yang memiliki minat berkarier di luar negeri.

Dalam dunia kerja global selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, etika, bahasa, dan pemahaman budaya kerja menjadi poin penting yang perlu disiapkan.

Pendidikan di SMK dan LKP membantu mereka untuk menyiapkan diri agar ketika mereka berangkat ke negara tujuan.

“Generasi kita bisa bekerja dengan optimal dan bisa mengembangkan apa yang menjadi kemampuannya,” pungkas. (red)