Bupati FDW Buka Kegiatan Penguatan Kompetensi Kader Posyandu dan KPM 

82
Franky Donny Wongkar. (ist)

MINSEL – Bupati Minahasa Selatan, Bapak Franky Donny Wongkar SH membuka secara resmi Kegiatan Penguatan Kompetensi Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka Optimalisasi Penanganan Stunting se-Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2025, Rabu (26/11).

Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Hotel Aryaduta Manado dan menjadi forum penguatan kapasitas bagi para kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan teknis, tetapi merupakan ruang pembelajaran bersama untuk berdiskusi.

Bertukar praktik baik, serta menyatukan pemahaman lintas pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Para kader, menurut Bupati, memiliki peran krusial dalam pemantauan tumbuh kembang anak, penyuluhan gizi, literasi kesehatan keluarga, serta pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memandang penguatan kompetensi kader sebagai langkah penting untuk memastikan profesionalitas, ketelitian, dan integritas dalam setiap layanan yang diberikan,” ujar Franky Wongkar.

Kader diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing, serta memastikan bahwa setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang secara optimal.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan fondasi masa depan daerah.

Oleh karena itu, penanganan stunting menjadi prioritas utama karena dampaknya terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, serta kualitas hidup jangka panjang.

Stunting juga berpengaruh langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia, khususnya pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Upaya percepatan pun perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan,” jelas bupati.

Meskipun IPM Kabupaten Minahasa Selatan menunjukkan tren peningkatan, Bupati mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan di lapangan yang perlu direspons secara sistematis.

Evaluasi menunjukkan adanya ketimpangan kapasitas antarkader, kendala penggunaan aplikasi pendataan, pemahaman manajemen kasus yang belum sepenuhnya konsisten, serta koordinasi lintas sektor yang masih perlu diperkuat.

Selain itu, edukasi keluarga dan perubahan perilaku menjadi komponen kunci yang harus terus ditingkatkan.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk respons strategis untuk memastikan para kader memiliki kompetensi yang memadai, mulai dari deteksi dini masalah gizi.

Kemudian pemahaman pola asuh dan konsumsi pangan keluarga, hingga kemampuan komunikasi efektif dalam penyuluhan masyarakat.

Di samping penguatan kompetensi kader, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga terus mendorong implementasi dua program strategis BKKBN, yaitu GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).

Kedua program ini menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pola asuh, keteladanan orang tua, serta kepedulian sosial.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Bapak Albertus Roni Santoso SH MH.

Kegiatan diikuti oleh 334 peserta yang terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan.

Bupati Minahasa Selatan turut didampingi oleh Ibu Pingkan Tamburian SH, Sekretaris Dinas yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bersama jajaran. (*/ben)