
MANADO – Dalam rangka memperingati Word Tourism 2025, rumah sakit Hermina Manado mengelar talk show yang bertema Peran Industri Kesehatan Tidur dalam Meningkatkan Pariwisata Medis, yang digelar di lantai 1 RS Hermina, Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan menjadikan Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Manado sebagai destinasi wisata medis unggulan yang diperhitungkan secara global.
Acara ini akan menghadirkan pembicara
dr Riane Anggreani Sp.PN, F-PSG, seorang ahli dalam pemeriksaan dan gangguan tidur dengan moderator pelaku pariwisata Sulut, Merry Karouwan.
Menurut dr Riane Anggreani, kesehatan tidur adalah fondasi kesehatan yang paling mendasar.
Bahkan, American Heart Association (AHA) telah memasukkannya ke dalam 8 pondasi kesegaran tubuh.
“Gangguan tidur adalah kelainan pada pola tidur seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan penderitanya.
Gangguan tidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur.
“Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit lain, seperti hipertensi dan penyakit jantung,” ujar dr Riani.
Ditambahkan dr Riani Gangguan tidur tidak boleh dianggap remeh karena bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik, serta memicu penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, depresi, dan kecemasan.
Beberapa faktor penyebabnya meliputi stres, kondisi medis tertentu (seperti penyakit jantung, asma, gangguan saraf), depresi, efek samping obat, serta kebiasaan seperti konsumsi kafein atau alkohol berlebihan sebelum tidur.
“Jika Anda mengalami gangguan tidur yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara, hal itu belum pernah terjadi alias tidak ada daftar tunggu untuk pemeriksaan.
Kondisi ini membuat Sulawesi Utara punya peluang besar untuk menjadi pusat wisata medis (Medical Tourism) bagi pasien dari luar negeri yang membutuhkan layanan kesehatan tidur.
Berkaitan dengan hal tersebut Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata, Dr. Drevy Malalantang mengatakan, kegiatan ini merupakan peluang untuk mengembangkan potensi pariwisata di Sulawesi Utara khususnya Medical Tourism yang digagas Merry Karauwan dan Rumah Sakit Hermina Manado.
Sulawesi Utara sendiri memilki potensi yang luar biasa dari Media Tourisme. Jika digarap dengan baik serta di combain dengan Health Tourism maka Potensinya tidak kalah dan tidak dimiliki oleh negara lain dan bisa mendatangkan wisatawan ke Sulawesi Utara.
“Dengan dukungan para dokter yang berkompeten dibidang, serta teknologi medical dan peralatan yang memadai,” pungkas Malalantang. (ben)





















