Polimdo dan BP3MI Sulut Gandengan Lulusan Vokasi Go Internasional

420
Penandatanganan Kerja Sama ASTA MANGALA SMK GO GLOBAL dalam rangka mendorong penempatan lulusan SMK dan vokasi ke dunia kerja internasional secara aman, legal, dan terlindungi. (ist)

MANADO – Peluang lulusan perguruan tinggi vokasi Sulawesi Utara untuk meniti karier di luar negeri semakin terbuka.

Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menyambut positif kolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara.

Kolaborasi ini mendorong penempatan tenaga kerja secara aman, legal, dan terlindungi.

Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri.

Menurutnya, konsep link and match tidak hanya berhenti pada penyerapan lulusan di dalam negeri, tetapi juga membuka akses bagi mahasiswa dan lulusan untuk pengalaman profesional di tingkat internasional.

“Kami sangat merindukan anak-anak kami dapat memiliki pengalaman internasional,” kata Maryke.

Ia menjelaskan, bekerja di luar negeri memberikan pembelajaran yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, pengalaman tersebut juga membentuk kepercayaan diri, daya tahan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja.

“Ruang kelas memiliki keterbatasan dalam memberikan ruang pembelajaran. Sementara bekerja di luar negeri dapat membentuk kompetensi, rasa percaya diri, daya tahan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Namun, Maryke menekankan peluang kerja atau magang ke luar negeri harus disertai sistem perlindungan yang kuat.

Perguruan tinggi membutuhkan dukungan lembaga resmi agar proses keberangkatan memiliki kepastian regulasi dan perlindungan hukum.

Hal ini penting mengingat adanya risiko yang dihadapi pekerja migran, termasuk ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Karena itu, kehadiran BP3MI dinilai penting untuk memastikan mahasiswa dan lulusan mendapatkan informasi, pendampingan, serta perlindungan memadai.

“Tanpa pendampingan dan jaminan hukum dari lembaga resmi seperti BP3MI, perguruan tinggi sering kali berada dalam posisi yang mengkhawatirkan,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, Polimdo berharap semakin banyak mahasiswa dan lulusan yang memiliki akses mengembangkan karier secara global tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Kolaborasi ini juga diharapkan berkontribusi menekan angka pengangguran di Sulawesi Utara dengan memperluas akses lulusan ke pasar kerja internasional. (don)