Kepala Sekolah dan Guru Peran Kunci Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

41
Abdul Mu’ti. (dok)

SUMBAWA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru memegang peran strategis dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Hal itu disampaikan saat Sarasehan bersama Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis 16 Juli 2026.

Sarasehan bersama kepala sekolah se-Kabupaten Sumbawa menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan untuk memperkuat kolaborasi peningkatan mutu pendidikan.

“Kalau kita baca dalam Undang-Undang Dasar 1945, tujuan didirikannya negara Indonesia ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar *Mendikdasmen Abdul Mu’ti*.

Menurutnya, visi Pendidikan Bermutu untuk Semua merupakan amanat konstitusi dan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mewujudkannya, Kemendikdasmen memperkuat transformasi pendidikan melalui 4 infrastruktur utama:

1. Infrastruktur Fisik: Revitalisasi Satuan Pendidikan, pembangunan sekolah baru, dan Digitalisasi Pembelajaran via Interactive Flat Panel IFP
2. Infrastruktur Pedagogis: Beasiswa, peningkatan kesejahteraan, dan pelatihan kompetensi guru
3. Infrastruktur Budaya: Penguatan karakter lewat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, dan ekstrakurikuler
4. Infrastruktur Hukum: Penyempurnaan regulasi agar pendidikan bermutu dan merata

“Peran Bapak Ibu lebih hebat dari peran saya. Karena yang hadir di kelas adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Yang bisa menginspirasi adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu,” tegas Mendikdasmen.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengapresiasi program Kemendikdasmen. Sebanyak 653 unit IFP telah didistribusikan ke PAUD, SD, dan SMP di Sumbawa. Puluhan sekolah juga sudah mendapat bantuan revitalisasi.

“Kami berharap tahun ini beberapa sekolah yang belum dapat, akan bisa terdistribusikan dan diberikan tambahan lagi,” ujar Bupati.

Melalui sarasehan ini diharapkan sinergi pusat-daerah-sekolah semakin kuat untuk menjawab kebutuhan di lapangan. (red)