MANADO – Di tengah antrean pasien, berlangsung sesi edukasi kesehatan interaktif yang membahas salah satu isu yang sering dianggap sepele yakni kelainan pada mata yang tampak kecil.
Hal ini membuat ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Prof Dr RD Kandou Manado tampak berbeda.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), pasien tidak hanya menunggu, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung dari dokter spesialis mata mengenai kondisi yang berpotensi serius, termasuk tumor mata.
Dr. dr. Ade John Nursalim MM MARS Sp.M ChM FICS menjelaskan bahwa tidak semua kelainan pada mata dapat dinilai dari tampilan luar.
“Sering kali pasien menganggap benjolan kecil itu biasa saja. Padahal, bisa saja itu merupakan bagian dari proses penyakit yang lebih serius. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter sangat penting,” jelasnya.
Menurutnya, tumor mata dapat bersifat jinak maupun ganas. Lesi jinak seperti kista atau pterigium umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu evaluasi medis.
Sementara itu, tumor ganas seperti karsinoma dan melanoma dapat berkembang lebih agresif dan berisiko merusak jaringan sekitar.
Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi langsung antara dokter dan pasien. Salah satu topik yang banyak ditanyakan adalah mengenai kekambuhan pterigium setelah operasi.
dr Ade menjelaskan bahwa kekambuhan memang masih mungkin terjadi, terutama bila pasien tetap terpapar faktor risiko seperti sinar ultraviolet dan iritasi lingkungan.
“Namun dengan teknik operasi yang tepat serta perlindungan seperti penggunaan kacamata anti-UV, risiko kekambuhan dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Selain itu, edukasi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan pada pasien dengan diabetes mellitus.
Ia menekankan bahwa kerusakan mata akibat diabetes sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal.
“Banyak pasien merasa penglihatannya masih baik, padahal kerusakan sudah mulai terjadi di retina. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi sangat penting,” tambahnya.
Antusiasme pasien terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari luar daerah dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dalam mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih berat. (*/ben)





















