
SANGIHE – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tahuna sejak Rabu siang hingga malam (23/4/2025), menyebabkan banjir merendam sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Sawang Bendar dan Apeng Sembeka.
Akibatnya, puluhan warga terpaksa mengungsi ke kompleks GMIST Imanuel Tahuna untuk mencari tempat yang lebih aman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 50 warga dari RT 01 dan RT 02 Sawang Bendar serta RT 01 dan RT 06 Apeng Sembeka telah mengamankan diri ke dua lokasi di kompleks GMIST Imanuel, yakni gedung gereja utama dan Graha Immanuel.
“Di gedung gereja ada 7 kepala keluarga (KK) dengan total sekitar 20 orang. Sementara di Graha Imanuel, tercatat 5 KK dengan 16 orang serta 15 pelajar dari SMTK GMIST Tahuna yang juga turut mengungsi,” jelas Pdt. Arcely Grace D. Mai, S.Th., Pendeta Pelayanan GMIST Imanuel Tahuna.
Adelheid Manumpil (73), mengaku memutuskan mengungsi karena air sudah memasuki rumah hingga setinggi paha.
“Kami memilih mengungsi karena khawatir akan banjir susulan. Daerah kami memang cukup rawan,” ujarnya.
Sementara itu, tim BPBD Sangihe bersama relawan dan aparat kelurahan terus bersiaga dan telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan tidur untuk para pengungsi.
Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.(ivan)





















