MANADO – Pengurus Gerindra Sulawesi Utara angkat bicara terkait penipuan mengatasnamakan gubernur terpilih YSK.
Modus oknum tak terpuji itu meminta proyek dengan dijanjikan pemberian jabatan
Pengurus meminta masyarakat berhati – hati agar tidak mudah tertipu.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris DPD Gerindra Sulut Harvani Boki, Rabu (15/01/2025).
“Sudah banyak informasi hoax telah menyeret nama baik dari Gubernur terpilih Yulius Selvanus Komaling dan DPD Partai Gerindra Sulut,” ujar Harvani
Kata dia, berbagai cara para pelaku kejahatan dilakukan.
Baik mengatasnamakan suruhanYSK dengan mengimingi jabatan kepada masyarakat. Baik itu jabatan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, dan berbagai jabatan lainya.
“Kemudian ada juga yang meminta-minta proyek pekerjaan di dinas Provinsi Kabupaten Kota se Sulut,’ ujar Boki.
“Ads juga menakuti-nakuti penambang rakyat dengan membawa-bawa nama YSK,” sambungnya
Padahal, sampai saat ini baik YSK maupun DPD Gerindra Sulut tidak pernah melakukan hal tersebut.
“Seperti baru-baru ini para pelaku beraksi menggunakan akun WhatsApp yang sangat mirip dengan akun asli, lengkap dengan foto pribadi Yulius Selvanus Komaling dan istrinya, Anik Fitri Wandriani,” terangnya.
Melalui akun palsu tersebut, pelaku berusaha menipu korban dengan meminta informasi pribadi dan bahkan uang.
Terkait hal tersebut, Sekretaris DPD Gerindra Sulut Harvani Boki meminta masyarakat untuk tidak mempercayai informasi tersebut dan jangan sampai ada pihak yang tertipu.
“Itu jelas tidak benar dan hoax, baik Pak Gubernur Sulut terpilih YSK dan DPD Gerindra tak pernah melakukan hal seperti itu,” jelasnya
Saat Ini YSK sementara fokus untuk persiapan penyelesaian di Mahkamah Konstitusi serta persiapan proses pelantikan sebagai Gubernur Sulut.
“Pak YSK juga sementara memantapkan program-program yang disiapkannya sesuai dengan visi dan misinya,” jelasnya
Harvani dengan tegas akan mengusut oknum-oknum yang menipu masyarakat yang sudah membawa nama YSK dan DPD Gerindra.
“Kita akan proses hukum para pelakunya dan menelusuri jejak dari mereka yang melakukan penipuan di media sosial,” jelasnya. (*/ben)

















