SANGIHE – Pasar Towo’e, yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para penjual dan pembeli ikan, kini menghadapi kendala yang cukup serius.
Para pedagang mengeluhkan kondisi atap pasar yang bocor, terutama saat musim penghujan, yang mengganggu kenyamanan berjualan.
“Saya sendiri sudah puluhan tahun berjualan di sini, masih sejak pasar lama. Saat ini yang menjadi kendala kami para penjual adalah saat musim hujan karena atap bocor,” ujar seorang penjual ikan yang meminta namanya tidak disebutkan.
Masalah ini semakin parah ketika hujan deras mengguyur. Lantai pasar tergenang air, membuat suasana menjadi tidak nyaman, baik bagi penjual maupun pembeli.
Hal ini juga diamini oleh Yolanda Makiengung, salah satu pedagang ikan yang telah berjualan selama tujuh tahun di pasar tersebut.
“Ketika musim penghujan, lantai pasar digenangi air. Ini sangat mengganggu kenyamanan kami sebagai penjual dan juga para pembeli ikan di sini,” ungkapnya Selasa (07/01/2025).
Yolanda menambahkan bahwa perbaikan atap pasar ikan sebenarnya pernah dilakukan pada tahun 2022. Namun, tidak lama berselang, atap kembali rusak pada tahun 2023, dan hingga saat ini belum ada perbaikan lebih lanjut.
“Semoga perbaikan atap bisa menjadi perhatian pemerintah demi kenyamanan masyarakat,” harapnya dengan penuh optimisme.
Kondisi ini menyoroti perlunya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera memperbaiki fasilitas pasar agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan nyaman.
Pasar yang sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat membutuhkan infrastruktur yang layak agar terus dapat mendukung kebutuhan sehari-hari warga sekitar.
Besar harapan para penjual ikan di Pasar Towo’e agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki atap yang rusak.
Kenyamanan bukan hanya menjadi hak para pedagang, tetapi juga para pembeli yang datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. (Ivan)






















