Apel Perdana Tahun 2025, Direktur Polimdo Ingatkan Banyak Hal

737
Direktur Polimdo Dra Maryke Alelo MBA. (ist)

MANADO – Civitas Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melakukan apel perdana di tahun 2025 di Halaman Kantor Pusat Administrasi, Senin (6/01/2025).

Apel perdana ini menggunakan seragam Kopri oleh para pimpinan, staf, bahkan akademisi pada hari pertama mereka bekerja.

Di sela upacara, para pimpinan, staf dan akademisi berjabat tangan sembari mengungkapkan selamat tahun baru untuk menjemput harapan yang baik di tahun 2025.

“Orang-orang yang terpilih memasuki tahun 2025, berarti Tuhan masih mempercayakan sesuatu kepada kita,” ujar Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Maryke Alelo MBA.

“Berarti masih ada tugas dan tanggung jawab yang Tuhan pikir kita perlu lakukan, baik untuk diri kita, institusi maupun untuk keluarga. Jadi, bersyukurlah masih hidup,” sambungnya.

Direktur juga menyampiakan bahwa perkuliahan 2025 ini akan dimulai pada Minggu ketiga.
“Ada beberapa Jurusan yang tingkat kegagalan mahasiswa itu di atas 5 persen. “Mohon itu diperhatikan,” pinta Alelo.

Lanjut disampaikan Alelo, ada mekanisme yang belum berjalan dengan baik yaitu dosennya sendiri.

Walaupun tidak besar, semua dosen wali ada honor.

“Jadi mungkin, nanti di Jurusan harus ada mekanisme pengecekan apakah semua kita melaksanakan tugas untuk membimbing, memonitor, mengevaluasi kehadiran anak bimbing kita dalam proses perkuliahan,” jelasnya.

Beberapa pertemuan dengan Kementerian dari hasil evaluasi bahwa banyak anak didik yang tidak lagi menguasai lagu-lagu nasional.
Oleh sebab itu, seluruh dosen diwajibkan sebelum perkuliahan dimulai, mahasiswa menyanyikan lagu-lagu nasional.

Seluruh lagu-lagu nasional itu harus dikuasi. Sebab semakin jauh kita dari momentum kemerdekaan 1945 semakin gampang bagi kita untuk melupakan perjuangan dari para pahlawan, dan semakin gampang kita meremehkan negara ini.

“Diingatkan bagi seluruh dosen untuk mewajibkan mahasiswa menguasai seluruh lagu-lagu nasional,” terangnya.

Disisi lain, banyak sekali tawaran beasiswa untuk mahasiswa Polimdo, baik untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di dalam maupun di luar negeri selama 2 sampai 3 Minggu, tetapi juga ada magang di luar negeri.

“Mari Bapak, Ibu dan Pimpinan Jurusan memberikan akses itu kepada mahasiswa,” ucapnya.

Alelo kemudian menyentil, pertukaran mahasiswa tahun lalu ada 2 mahasiswa dari ITB dan IPW.

“Mahasiswa ITB dan IPW mengatakan pembelajaran di Polimdo, sangat membosankan.

“Kita perlu mengevaluasi Jadi, Ini evaluasi yang menyakitkan, yang perlu diperhatikan,” sebutnya.

“Kita masih punya PR yang berat di tahun ini di mana ada program studi kita yang akreditasinya tidak baik-baik saja. Jadi , nantinya ada kerja keras yang akan dilakukan oleh Unit Kerja untuk memperbaiki akreditasi. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya. (*/don)