Penulis: Tim PKM Fakultas Peternakan Unsrat Tahun 2024
DR Ir Sofi M Sembor MP
Ir Youdhie H S Kowel MSi
DR Ir Norrytha L Wuntu Dess
MANADO – Pola hidup yang semakin berkembang dan serba cepat mengakibatkan konsumsi masyarakat berubah pada penyiapan makanan dengan serba siap saji. Optimalisasi pemanfaatan daging ayam dalam pengolahan daging menjadi salah satu alternatif.
Pola makan siap saji juga menuntut perusahaan pengolahan pangan untuk memperhatikan mutu produk yang dihasilkan. Peningkatan konsumsi daging dan keinginan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi protein hewani asal ternak perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Masyarakat kini sudah menyadari pentingnya mengkonsumsi daging sebagai sumber protein sehari-hari. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya animo masyarakat untuk membeli produk olahan daging seperti bakso, nugget, sosis, dan lain-lain yang siap untuk dikonsumsi.

Namun peningkatan animo masyarakat tersebut diikuti pula oleh kesadaran masyarakat untuk mendapatkan daging dengan mutu yang baik diantaranya memiliki penampakan, warna, aroma, rasa bahkan kandungan protein yang tinggi.
Permasalahannya, daging ayam petelur afkir kurang disukai oleh konsumen karena memiliki daging yang keras dan alot. Hasil observasi langsung terhadap teknologi pengolahan daging ayam petelur afkir memang mempunyai kelamahan karena dagingnya keras dan alot.
Untuk itu perlu upaya penyuluhan sekaligus demonstrasi kepada mitra dan masyarakat sekitar tentang teknologi pengolahan daging terutama daging ayam petelur afkir yang keras dan alot menjadi daging ayam yang empuk dan lembut berupa nugget yang merupakan produk daging siap saji yang mudah dan gampang dibuat.
Kelompok WKI Rayon Getsemani GMIM Imanuel Leilem Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa merupakan bagian dari kelompok WKI Tingkat Jemaat GMIM Imanuel Leilem. Kelompok ibu-ibu WKI Rayon Getsemani merupakan WKI di Kolom 28, Kolom 29 dan Kolom 30.
Kelompok ini sebagian belum mempunyai pemahaman dan pengetahuan bagaimana teknologi pengolahan daging yang berkualitas rendah menjadi suatu produk yang enak dan disukai oleh hampir seluruh masyarakat.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka telah dilakukan kegiatan PKM dengan tujuan untuk memberdayakan anggota kelompok agar produktifitas daging ayam petelur afkir dapat diolah menjadi suatu produk berupa chicken nugget yang memiliki rasa dan aroma yang enak sekaligus sebagai sumber pendapatan alternatif.

Sasaran adalah anggota Kelompok b WKI Rayon Getsemani GMIM Imanuel Leilem dan masyarakat sekitar.
Pemberdayaan Kelompok ibu-ibu WKI Rayon Getsemani melalui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berusaha kuliner bahan pangan, sekaligus memperluas lapangan kerja guna meningkatkan pendapatan keluarga dalam usaha mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Berdasarkan permasalahan prioritas Kelompok ibu-ibu WKI Rayon Getsemani GMIM Imanuel Leilem maka diperlukan pemberdayaan terhadap kelompok tersebut. Pemberdayaan yang dilakukan untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan dua metode yaitu Metode Penyuluhan dan pelatihan/demonstrasi.
Para ibu-ibu anggota kelompok terlihat antusias dalam mengikuti penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan oleh para dosen serta Tim dari Fakultas Peternakan.
Dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah tersedia para ibu anggota kelompok mencoba membuat nugget sendiri dengan didampingi oleh Tim.

Selain itu juga sudah disediakan tester nugget yang sudah jadi untuk dicoba oleh para anggota kelompok.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Masyarakat terutama ibu-ibu dapat menambah sumber pendapatan lain untuk menunjang kebutuhan keluarga.
Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan pemberdayaan anggota WKI Rayon Getsemani GMIM Imanuel Leilem adalah :
Peningkatan omzet pada mitra yang bergerak dalam bidang Ekonomi Peningkatan ketrampilan mitra /masyarakat umum. (***)























