Polemik Pembangunan Patung Schwarz, Steven Kandouw Minta Maaf ke Prabowo dan Gerindra

235
Ketua Bappilu PDIP Sulut Steven OE Kandouw bersama Sekum PDIP Sulut menggelar Jumpa Pers terkait permohonan maaf di Kantor PDIP Rike, Senin (15/1/2024). (foto: istimewa)

MANADO – Sikap Negarawan dan berjiwa besar ditunjukkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut), Drs Steven OE Kandouw.

Hal tersebut terkait dengan orasi yang disampaikan Steven Kandouw di Taman Cita Waya Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Kandouw menyentil tentang pembangunan patung Johann Gottlieb Schwarz yang menuai kecaman di kalangan masyarakat.

Permohonan maaf disampaikan setelah sempat viral terkait Patung Johann Gottlieb Schwarz di Langowan.

Kata Steven, patung yang telah berdiri megah itu adalah inisiasi Gubernur Sulut Olly Dondokambey. “Bukan orang lain saudara-saudara, jadi orang Langowan jangan mau dibodohi,” tutur Steven Kandow dalam orasinya di Langowan

Dua hari berselang ini, Kandouw yang juga Wagub Sulut itu menyikapi hiruk pikuk di medsos tentang pelaksanaan kampanye pada Sabtu (13/1/2024).

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada sahabat, saudara di Langowan termasuk Pak Prabowo Subianto, juga keluarga besar Sigar Maengkom. Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Kandouw di kantor PDI Perjuangan Rike, Senin (15/01) 2024).

Ia juga mengatakan, apabila ada kata-kata yang salah yang telah diucapkan, mohon agar dimaafkan.

“Apabila membuat tidak nyaman dan telah menyakiti hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya lagi.

Permohonan maaf disampaikan setelah sempat viral terkait Patung Johann Gottlieb Schwarz di Langowan.

Sebagai seorang pejabat publik, khususnya menyambut pelaksanaan tahun Pemilu 2024, sejatinya harus menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Walaupun berbeda pilihan politik, berbeda pilihan calon presiden dan wakil presiden, harus menciptakan kedamaian dan harmoni menjadi sesuatu yang prioritas,” ujar Kandouw.

Pesta demokrasi di Sulut, sambung Kandouw harus menjadi demokrasi yang riang gembira. Pesta demokrasi yang memberikan sosialisasi, pencerahan dan pendidikan politik bagi kita semua, khususnya bagi generasi muda.

“Sekali lagi saya Steven OE Kandouw menyampaikan permohonan maaf yang sebesa-besarnya,” tandas Kandouw.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan, Reza Rumambi, yang mendampingi Kandouw, menambahkan pesta demokrasi di Sulut dapat berjalan dengan santun.

“Kepada peserta pesta demokrasi, saya mengimbau kepada seluruh kontestasi dan tim yang lain, mari kita jaga dengan santun, karena kita semua adalah keluarga besar Sulut. Beda politik beda pilihan itu biasa, berpolitik itu realistis,” ucapnya. (*/ben)